fbpx
Essai

Curhatan SBY dan Strategi Politik “Playing Victim”

Beberapa peristiwa politik belakangan ini, bisa jadi adalah hasil rancangan atau design politik guna menggiring opini masyarakat

ENERGIBANGSA.ID—Jumat (19/3/2021) lalu, tulisan dan video podcast ‘Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Terlambat, Tapi Pasti’, yang diunggah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus mendapati tanggapan.

Ada yang menyatakan simpati atas kekisruhan politik di internal Demokrat.

Namun diantara pakar dan pengamat ada pula yang menyebut SBY telah menjalankan strategi playing victim.

Lantas apa yang dimaksud dengan stratgei playing victim ?

Memang, pada dasarnya istilah playing victim tak begitu populer di telinga masyarakat. Sebagai wawasan baru, kamu bisa simak penjelasan di bawah ini.

Di mulai dari teori perang Sun Tzu, ada 3 hal yang harus kita kenali dan kuasai sebelum melakukan peperangan.

Teori Sun Tzu

Yaitu, kenali diri sendiri, kenali lawan dan kenali kondisi wilayah atau arena perang (wilayah).

Usai mengenali 3 hal tersebut, hal selanjutnya yang mesti dilakukan adalah bagaimana mengemas sebuah situasi agar kelemahan kita tertutupi dengan mendongkrak sisi baik (kekuatan) yang kita miliki.

Sebaliknya, juga menguatkan sisi lemah lawan dengan menutupi sisi – sisi baiknya.

Selanjutnya, mengemas situasi arena perang agar lebih menguntungkan kita secara politik.

Istilah playing victim

Playing Victim dalam ajaran Sun Tzu, yaitu teknik memposisikan diri sebagai korban atau orang yang terluka demi mengelabui musuh dan lingkungan.

Taktik tersebut merupakan strategi yang berbunyi “Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. Masuk pada jebakan dan jadilah umpan. Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan”.

Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius.

Kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.

Dengan membuat musuh terkelabui, otomatis kita jadi lebih leluasa untuk menyerang musuh disaat kondisi mereka sedang lalai.

Dalam peperangan, menyerang musuh dalam keadaan santai akan terasa jauh lebih mudah.

Sebab, musuh berada dalam posisi belum mempersiapkan strategi apapun untuk melawan kita yang dipandang sedang dalam kondisi lemah oleh lawan.

Strategi yang ampuh

Jika kita jeli melihat situasi politik saat ini, bermain victim dalam berpolitik ternyata masih cukup ampuh untuk dilakukan, baik oleh politisi dunia maupun di Indonesia.

Kita bisa melihatnya dari beberapa peristiwa, isu serta wacana – wacana yang beredar di masyarakat, dan bagaimana framing wacana itu dilakukan guna mengemas opini masyarakat menuju sebuah pemahaman tertentu.

Dalam ilmu politik, setiap wacana dan peristiwa itu ibaratkan sebuah potongan puzzle yang bisa memiliki keterkaitan dengan beberapa potongan puzzle lainnya.

Sehingga jika potongan – potongan puzzle itu disatukan maka akan terbentuk sebuah gambar yang utuh.

Satu hal penting yang harus kita sadari adalah tidak ada yang kebetulan dalam dunia politik.

Bisa jadi, beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, merupakan hasil rancangan atau design politik guna menggiring opini masyarakat. (*)

*Oleh: Didik T Atmaja, Pekerja Media

 

 

 

Related Articles

Back to top button