fbpx
Kabar Daerah

Cuaca Ekstrem Petani Buah di Semarang Tak Khawatir, Hasil Panen Tetap Melimpah Ruah

SEMARANG, energibangsa.id – Meski Kota Semarang saat ini sedang sering-seringnya diguyur hujan lebat dan terkadang menimbulkan kerugian bagi beberapa pihak, Namun berbeda halnya dengan yang dirasakan petani buah di Kota Semarang.

Cuaca buruk tidak menghalangi mereka untuk terus merawat kondisi tanaman buah agar menghasilkan buah yang berkualitas baik.

Menurut keterangan dari petani buah Ismanto di Mijen, ia berujar bahwa bibit buah unggulan yang ditanamnya mampu bertahan di cuaca ekstrem seperti kelengkeng sawo raksasa dan alpukat.

Ia juga menyatakan bahwa sekitar dua bulan lagi di bulan Maret, perkebunannya akan melakukan panen raya dengan memanen kelengkeng dan sawo raksasa di lahan yang seluas 1 hektar.

Untuk sistem pemasaran dari hasil panennya, Ismanto percaya pasar buah di Kota Semarang tidak pernah sepi. Dan ia pun juga akan menggunakan sistem pre-order sebelum dua minggu panen.

“Kami perkirakan pendapatan kotor Rp 150 juta dari penjualan buah tersebut berat total 5 ton,” katanya.

Ia menyayangkan keputusan pada beberapa pemilik lahan yang mengalihfungsikan lahannya menjadi perumahan, akibatnya lahan tani bagi petani buah menjadi terbatas.

“Dua wilayah Kecamatan tersebut sudah digadang sebagai kawasan pengembangan pertanian Kota Semarang namun juga dilirik oleh para pemodal besar dibidang properti,” ujarnya. 

Ismanto juga berpesan bahwa Pemkot Semarang harus bersama menggandeng petani untuk menggarap lahan-lahan yang tidur agar bisa berpotensi untuk digunakan.

Petani Durian Alami Hal Sebaliknya

Berbeda sisi dengan yang dialami petani durian, Ketua Asosiasi Petani Konservasi Kota Semarang, Tumidiarso menjelaskan, curah hujan tinggi yang masih kerap terjadi membuat produksi buah durian di Sentra Durian Gunungpati alami penurunan sekitar 70 persen.

“Turunnya jauh disebabkan karena cuaca  masih hujan lebat disertai angin. 

Akibatnya bakal buah durian banyak yang rontok. Lantas menyebabkan produksi rendah karena gagal panen,” bebernya. 

Dia menyebut, ketika kondisi cuaca  mendukung, satu pohon durian bisa menghasilkan 20 hingga 30 buah. Ketika cuaca seperti ini, satu pohon hanya bisa berbuah 4 hingga 6 buah saja.

“Jadi produksi musim durian kali ini tentu turun drastis,” katanya. Selain itu, lanjut dia, musim durian mundur yang biasanya jatuh tiap akhir tahun namun kali ini akan jatuh di Januari sampai Februari. 

“Sekarang ada sekira 2.000 pohon durian yang siap panen,” ungkapnya. (Ozan/EB)