fbpx
Gaya Hidup

Congyang, ‘Minuman Dewa’ dari Semarang

SEMARANG, energibangsa.id – Siapa yang tidak mengenal salah satu minuman beralkohol populer di Tanah Jawa, terkhususnya Kota Semarang apa lagi kalo bukan Congyang. Minuman yang terkenal dengan logo Cap Tiga orang ini diproduksi oleh CV Tirta Waluyo.

Minuman sejenis wine ini terdiri dari komposisi fermentasi beras, gula pasir, sepirit, perasa kopi moka, pewarna makanan, tentunya kadar alkohol sebesar 19,63 persen.

Seorang peracik obat yang berdarah Tionghoa dan menetap di Semarang, bernama Koh Tiong. Pada masa penjajahan Belanda beliau adalah peracik obat-obatan tradisional dan produsen minuman beralkohol yang diberi merek A Djong.

Pada era tahun 1970-an, minuman A Djong berevolusi dikarenakan kepopulerannya mulai meredup sehingga munculah Congyang dan diproduksi secara massal. Pertama kali diproduksidi kawasan Pecinan Semarang, tahun 1985 dipatenkan-lah nama minuman ini menjadi Cap Tiga Orang dengan gambar logo anak kecil diapit raja dan ratu.

Nama Congyang sendiri berasal dari bahasa Hokkian dimana kata “Chong” berarti maju dan “Yang” berarti Mawar ataupun Merah (Hongse). Sebuah perpaduan budaya dalam bentuk asimilasi antara etnis Jawa dan Tionghoa.

Berfungsi sebagai pelancar peredaran darah dan membuat otot serta saraf menjadi rileks jika dikonsumsi sesuai aturan. Namun, tidak dianjurkan untuk minum melebihi dosis karena akan berakibat rasa mabuk dan kehilangan ingatan. Saat ini peradaran dari minuman ini masih dibatasi dan diawasi oleh pihak berwajib secara langsung. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button