Gaya HidupKabar Indonesia

Cita Rasa Unik Kopi Capar Asli Brebes yang Wajib Dicoba

ENERGIBANGSA.ID – Menjajal berbagai jenis kopi merupakan hal yang wajib bagi para pecinta kopi. Soal harga tak jadi masalah sepanjang cita rasa yang diberikan sesuai dengan kekhasan kopi tersebut.

Tapi, apakah Sobat Energi pernah mencoba kopi dari daerah yang terkenal sebagai penghasil telur asin ? Ya, Brebes.

Tak hanya terkenal sebagai daerah penghasil telur asin dan bawang merah, Kabupaten Brebes ternyata juga memiliki komoditas kopi yang tak kalah dengan kopi-kopi dari daerah lain. Salah satu kecamatan yang menghasilkan kopi adalah Kecamatan Salem.

Tercatat luas lahan perkebunan kopi petani mencapai 1.035,53 hektare yang tersebar di lima kecamatan yang ada di wilayah selatan Brebes yaitu Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Sirampok dan Banjarharjo. Setidaknya dalam satu tahun, petani kopi di kelima kecamatan ini mampu memproduksi 498,54 ton kopi.

Kecamatan Salem tepatnya di Desa Capar tercatat sebagai kecamatan yang paling banyak memproduksi kopi. Jenis kopi yang paling populer dari Kecamatan Salem adalah kopi capar. Kopi ini merupakan jenis lokal yang hidup di dataran tinggi Desa Capar.

Di desa Capar, warga tak hanya melakukan budidaya kopi di lahan pribadi teteapi juga di lahan milik Perhutani. Untuk pengelolaan, saat ini kopi Capar telah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Giri Mulya desa setempat.

Setiap kopi pasti memiliki kekhasan tersendiri begitu pula dengan kopi capar. Kopi capar menawarkan cita rasa moka dan kayu manis. Hal ini karena kopi capar ditanam di lahan yang memiliki ketinggian 800 meter dpl. Tak hanya itu, dikutip dari detik.com kopi capar juga memiliki empat varian seperti yang disampaikan oleh Pengelola BUMDes Kopi Capar Giri Mulya, Budi Heri.

“Ada empat varian kopi capar yang dihasilkan. Pertama dark, yaitu pahit karena dimasaknya lebih lama. Medium, tidak terlalu pahit, spesial mix, yang sudah dicampur gula aren dan kopi kasar untuk pembuatan kopi susu. Kami juga punya yang spesial yakni kopi luwak asli. Hanya saja produksinya masih sedikit, 10 kg setahun. Harganya 10 gram sudah jadi bubuk Rp.35 ribu,” terang dia.

Komoditas kopi Brebes ternyata tak berhenti di kopi robusta di Desa Capar, Kecamatan Salem. Pasalnya Brebes juga punya potensi kopi arabica yang terdapat di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampok. Kopi tersebut juga sudah mulai diproduksi menjadi kopi siap konsumsi meskipun jumlahnya belum sebanyak Kopi Capar di Salem.

Buat Sobat Energi yang ngaku pecinta kopi wajib banget nih coba kopi capar. Tak perlu khawatir bagi kalian yang tinggal di luar Brebes kalian tetep bisa cobain kopi capar ini karena mereka sudah menggunakan sistem pemasaran online.

Related Articles

Back to top button