fbpx
Olahraga

CEO PSIS: Kerugian Kami Mencapai 7,5 Milyar

SEMARANG, energibangsa.id – Kelanjutan Liga 1 2020 yang sering mengalami perubahan secara mendadak membuat manajemen klub kelimpungan dalam memperhitungkan biaya yang harus mereka keluarkan. Hal itu diungkapkan CEO PSIS Semarang AS Sukawijaya.

Dalam acara diskusi Kompetisi, Bisnis dan Kemanusian yang dilakukan secara webinar di kanal YouTube PSS Sleman, AS Sukawijaya mengibaratkan kehancuran klub Liga 1 akibat ketidakjelasan kompetisi sudah mencapai butiran debu.

Hal itu dikarenakan manajemen harus mengeluarkan biaya seperti di awal musim. Pria yang akrab disapa Yoyok ini lalu mencontohkan ketika adanya pengumuman kompetisi dilanjutkan Oktober.

Menurut Yoyok, manajemen mengeluarkan biaya sedikitnya Rp3 sampai 4 miliar, karena harus kembali membuka kontrak apartemen maupun fasilitas, serta mengeluarkan biaya transportasi untuk pemain asing untuk datang ke Semarang, karena mereka sebelumnya pulang ke negara masing-masing setelah kompetisi dihentikan akibat pandemi virus Corona.

Rugi Besar

“Saya rasa semua klub Liga 1 hampir sama, merasakan tahun ini seperti remuk redam, jadi hancur. Hancurnya sudah seperti debu yang kecil-kecil. Kerugian kami sampai hari ini sudah mencapai Rp7,5 miliar,” ucap Yoyok.

“Di awal musim kami mengeluarkan Rp4 miliar, karena biasanya pemain suka minta DP (uang muka), persiapan tim, kontrak rumah, fasilitas, dan lainnya sebagainya. Setelah itu diliburkan, karena tidak ada kompetisi, dan ada lockdown.” jelasnya.

Yoyok juga menjelaskna bahwa bulan Agustus lalu mendapat kabar kompetisi dilanjutkan kembali. Menurutnya, itu juga menambah biaya operasional bertambah lagi.

“karena biaya DP sama seperti di awal musim. Itu habisnya sekitar Rp3 sampai 3,5 miliar.” ujarnya.

“Kemudian kami mendapat kabar lagi, liga tidak boleh berjalan. Semua pemilik klub pasti sekarang berhitung, kapan memulai persiapan. Artinya harus menjamin lagi ada uang sekitar Rp3 sampai 4 miliar.” lanjutnya.

PSIS Liburkan Tim

PSIS saat ini sedang meliburkan tim dari agenda latihan sambil menunggu kepastian kompetisi. Pelatih Dragan Djukanovic dan sejumlah pemain asing sudah pulang ke negaranya masing-masing.

Di lain sisi, hingga satu pekan menjelang bergulirnya Liga 1 setelah mengalami penundaan kick-off di Oktober, PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum mengumumkan kejelasan kompetisi.

PT Liga Indonesia Baru masih berupaya melobi pemerintah dan kepolisian agar melunak dalam mengeluarkan izin. (yab/goal)

Related Articles

Back to top button