fbpx
Daerah

Cegah Korupsi Lewat Platform Digital, Jabar Dapet Apresiasi

ENERGIBANGSA.ID (Bandung) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berhasil mendapat Apresiasi Praktik Baik dalam Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Pemprov Jabar dinilai berhasil mengubah pengadaan barang dan jasa dari transaksi konvensional menjadi digital melalui platform e-marketplace.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, di Gedung KPK pada (26/8) lalu.

“Ini merupakan penghargaan pencegahan korupsi provinsi pertama yang menggeser praktik jual-beli melalui online dengan kolaborasi bersama platform e-marketplace untuk anggaran Rp50 juta,” kata Kang Emil, sapaan dari Ridwan Kamil dilansir dari jawapos.com

Sementara, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Jabar, Ika Mardiah mengatakan bahwa perubahan ini membuat semua transaksi pengadaan barang dan jasa menjadi transparan, menghilangkan tindakan mark-up dan transaksi fiktif, serta meningkatkan keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pengadaan barang dan jasa kebutuhan pemerintah.

Menurutnya, melalui platform mbizmarket.co.id, seluruh transaksi antara pembeli dan penjual dilakukan dan dicatat secara online, sehingga Penyelenggara Sistem Elektronik Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (SPSE) dapat mengamati dan melakukan audit transaksi setiap saat.

“Beberapa manfaat tercapainya prinsip value for money, tercapainya prinsip transparansi dan akuntabilitas, proses pengadaan yang efektif dan efisien, percepatan transformasi digital dan pemberdayaan UMKM, persaingan usaha yang kompetitif, sehat dan wajar, ketersediaan data transaksi secara digital, serta kemampuan penelusuran pesanan, mudah memonitor dan melakukan pengawasan,” ujarnya, Kamis (27/8).

Rizal Paramarta, CEO PT Brilliant E-commerce Berjaya (Mbizmarket.co.id) mengatakan, pada awal tahun 2020, pihaknya telah diberikan kepercayaan untuk membantu pemerintah di tingkat provinsi, untuk mengelola pengadaan barang dan jasa secara digital.

Dimulai dengan Pemprov Jabar sebagai pelopor inovasi ini. Pihaknya membantu pemerintah Pemprov Jabar untuk melakukan semua aktivitas pengadaan barang dan jasa tanpa dikenakan biaya penggunaan platform e-marketplace.

“Hal ini kami harapkan dapat mendukung pemerintah untuk merealisasikan transparansi, agar semua proses menjadi lebih cepat, efisien, efektif dan akuntabilitasnya dapat dipertanggung jawabkan,” tuturnya.

Terealisasinya kerjasama ini lanjut Rizal, merupakan komitmen Mbiz untuk mendukung pemerintah dalam percepatan transformasi digital, sekaligus pemberdayaan UMKM lokal.

Menurutnya, menyikapi kebutuhan pelaku UKM yang belum memiliki akses pembiayaan bank karena karena tidak memenuhi persyaratan yang menjadi standar kelayakan pemberian kredit, Mbiz menjalin kemitraan strategis dengan Investree, pionir B2B marketplace lending di Indonesia yang menghubungkan pihak yang memberikan pinjaman dan pihak yang membutuhkan pinjaman, dengan menyediakan kemudahan akses permodalan dengan mengoptimalkan data dan teknologi.

“UKM yang terdaftar di platform mbizmarket.co.id dapat mengajukan pinjaman dengan menjaminkan purchase order yang valid dan tercatat transaksinya di mbizmarket.co.id. Melalui fitur ini, Investree juga menyediakan pembiayaan dengan skema syariah, untuk mendukung bisnis UKM sesuai dengan prinsip dan ketentuan syariah,” ucapnya. (buddy/EB).

Related Articles

Back to top button