fbpx
Daerah

Bukan Demo, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ini Terlibat Tanam 30 Ribu Bakau di Pesisir Sayung

DEMAK, energibangsa.id Tim Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah angkatan ke-75 (KKN RDR ) kelompok 26 Demak UIN Walisongo Semarang belum lama ini turut serta membantu warga Desa Bedono menanam 30 ribu bakau, Senin (12/10).

Gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini melibatkan pemerintah desa, warga sekitar pesisir Desa Bedono serta mahasiswa KKN UIN Walisongo 2020.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak Agus Musyafak menjelaskan, programnya selain untuk meminimalisir abrasi di pesisir Sayung, juga diharapkan dapat membantu perekonomian warga sekitar terdampak Covid-19.

Bagian dari program Padat Karya

“Ya, tujuan ini juga membantu masyarakat terdampak Covid, agar tetap survive. Caranya yakni dengan sistem kerja padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja dari warga sekitar untuk menanam bakau”, jelas Agus.

Sementara itu, peta abrasi menunjukkan sekitar 5 km dataran Bedono telah terdampak abrasi. Fakta itu akibat dari tingginya air rob yang selalu menggenangi wilayah Desa Bedono di waktu-waktu tertentu. Hal itulah yang menggerakan mahasiswa KKN UIN Walisongo untuk membantu proses penanaman tersebut.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo terlibat dalam penanaman mangrove, Senin (12/10)

“Sebagai kampus yang mengusung visi kemanusiaan dan peradaban dengan slogan Green and Smart Campus sudah seharusnya kesadaran kita arahkan pada lingkungan”, ujar Basyar, Koordinator Kelompok 26 KKN UIN Walisongo.

“Apalagi fenomena abrasi seperti ini sudah terjadi sejak lama. Dan dampaknya juga sangat nyata. Jadi, inilah momentum mahasiswa untuk menampilkan peran dan kontribusi kepada msyarakat dengan cara peduli lingkungan”, imbuhnya.

Usaha untuk menjadikan bakau sebagai tanaman di wilayah pesisir ini sebenarnya juga bermanfaat bagi penyaring alami sekaligus menciptakan tempat hidup satwa. Oleh sebab itu,  Khambali yang juga sebagai Ketua Track Wisata Mangrove berharap agar laju abrasi dapat segera teratasi.

“Untuk pemerataan pencegahan abrasi di pesisir Demak, progres penanaman bakau ini dilakukan di 8 tempat berbeda. Yaitu Desa Bedono, Sido Gemah, Purworejo, Moro Demak, Betah Walang, Tridonorejo, Tambak Seklenting, Tambak Gojoyo. Harapanya dari progres tersebut laju fenomena abrasi di pesisir pantai utara dapat ditekan secara perlahan,”tandasnya (Laporan: Syarif Hidayat)

Related Articles

Back to top button