Ekonomi & BisnisGaya HidupRagam Bangsa

Cara Menagih Utang ke Orang yang Lebih Galak

ENERGIBANGSA.ID – Tolong-menolong adalah perilaku yang terpuji karena dapat membantu meringankan kesulitan orang lain, salah satunya perihal keuangan.

Pemberi utang bak seorang petugas PDAM yang datang membawa pasokan air pada musim kekeringan bagi si pengutang. Namun, habis manis, sepah dibuang. Setelah memberi kesegaran air bagi pengutang, petugas PDAM justru mendapat sambaran petir dengan sikap pengutang yang menjadi garang ketika diberikan tagihan air.

Apakah Sobat Energi juga familiar dengan hal ini? Kalau kata warganet, hanya di rezim ini saja si pengutang memiliki sifat lebih galak daripada si pemberi utang.

Tetapi, jangan ragu, jangan risau, kini Energi Bangsa punya solusinya!

Jeng..jeng..

Inilah cara menagih utang ke orang yang lebih galak. Mari disimak.

Pancing gengsinya

Sering kita jumpai, tidak sedikit pengutang galak ini justru memiliki gaya hidup yang terkesan hedonis. Hal ini bisa kalian manfaatkan untuk menagih utang dengan memancing gengsinya dan membuat harga dirinya merasa direndahkan.

Jika kalian adalah tipikal orang yang mudah merasa tidak enak bila menyakiti perasaan orang lain, coba lakukan penagihan dengan cara yang lembut. Misalnya, “Bro, sorry nih, udah ada duit buat bayar yang kemarin belum? Aku agak khawatir nih, soalnya kata orang-orang, kamu gak bisa nepatin janji dan mereka bilang jangan sampai kasih pinjam uang ke kamu lagi”.

[Baca juga: Tak Perlu Utang Bank, Beginilah Cara Mempersiapkan Biaya Pernikahan]

Namun jika kalian adalah tipikal orang yang blak-blakan, utarakan saja dengan tegas seperti, “Wah, kemarin aku lihat kamu posting makan di resto X ya. Harganya mahal gitu bisa kamu bayar, masa utangmu ke aku yang cuma seberapa gak bisa bayar?”

Jika pengutang menjawab “Yaelah, utang gak seberapa gitu, nagih mulu sih, ntar kalau ada duit kan dibayar”, maka baca langkah selanjutnya di bawah ini.

Sebut namanya dalam setiap doamu

Terkesan manis ya, menagih utang dengan menyebut namanya dalam setiap doa yang kita panjatkan. Sebagai makhluk yang beragama, tentu kita sangat meyakini kekuatan doa.

Mintalah pada Sang Maha Kuasa untuk memberikan kecukupan rizki dan kelembutan hati pada pengutang agar dia bisa segera membayarkan utangnya. Panjatkan doa dengan tulus, sebab doa baik untuk orang lain juga bisa dirasakan oleh si pendoa, lho.

Ilustrasi berdoa (Foto: aswajamuda)

Untuk Sobat Energi yang beragama Islam, coba lakukan hal ini pada sepertiga malam-mu.

Mengerjai balik

Apabila tidak berhasil menagih dengan cara-cara konvensional, cobalah dengan menagih dengan sebuah taktik, yaitu mengerjainya balik.

Saat waktu gajian tiba dan pengutang tak kunjung melakukan kewajibannya, cobalah ajak dia untuk makan bersama atau mengunjungi sebuah store yang kalian inginkan.

[Baca juga: Hasil Penelitian: Tidak Memiliki Uang Dapat Sebabkan Insomnia]

Pesanlah makanan atau ambil barang yang kalian inginkan lalu minta si pengutang untuk membayarkan tagihannya. Kalian bisa berkelit dengan tidak membawa uang dan “traktir” yang dilakukan si pengutang dihitung sebagai nominal pembayaran utang.

Selain ketiga cara tersebut, biasanya seseorang dapat melakukan penagihan dengan lembut dan berterus terang tentang kebutuhan uang. Namun pada pengutang yang lebih galak, sepertinya cara lembut agak kurang tepat untuk digunakan.

Jadi, semoga tips di atas berguna ya!

Related Articles

Back to top button