fbpx
Ekonomi & Bisnis

Bye, Tesla! Begini ‘Ghibah’ Pengusaha Indonesia Usai Tesla Batal Investasi

SEMARANG, energibangsa.id—Waduh, waduh! Tesla yang gagal berinvestasi di Indonesia. Dunia usaha pun turut menyayangkan keputusan Tesla yang lebih memilih India sebagai negara tujuan investasinya.

Melansir Bisnis.com, Selasa (23/2/2021), sejumlah rumor di kalangan pengusaha pun berkembang mengingat tidak ada kejelasan pasti terkait kegagalan Tesla di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Bidang Perindustrian Kadin Johnny Darmawan, Tesla memiliki konsep bisnis yang hebat.

Namun ia menyebut, Tesla sebenarnya bukan membangun industri. Melainkan lebih pada konsep bisnis rintisan atau start-up.

Tesla butuh dukungan teknologi

Menurut Johnny, secara bahan baku, Indonesia memang sangat menarik dengan melimpahnya nikel untuk pengembangan komponen baterai.

Namun, kembali lagi Tesla merupakan perusahaan yang membutuhkan dukungan teknologi penuh.

“Saya tidak tahu gimana ceritanya mereka mau ke sini. Tetapi yang saya tahu mereka bukan industri otomotif, hanya perusahaan yang menggabungkan sejumlah komponen kemudian melahirkan mobil yang dikendalikan dengan AI (artificial intelligence),” katanya Johnny.

Johnny mengemukakan pihaknya juga tidak mengetahui alasan jelas kenapa pada akhirnya India yang dipilih untuk menanamkan modalnya.

Evaluasi

Pastinya sejumlah rumor beredar yakni alasan terkait dengan konsistensi baik dari sisi regulai dan dukungan pada investor dari India, serta kekuatan teknologi India yang saat ini sangat melaju pesat.

Pasalnya, lanjut Johnny, jika ditelisik secara umum Indonesia juga memiliki kekuatan dari segi jumlah pasar yang besar dan indutri otomotif yang sudah cukup kuat.

“Jadi itu rumor ya, India kan sekarang gudangnya teknologi, mungkin karena itu. Tetapi yang pasti selalu saya katakan dalam mengundang industri berkelanjutan itu dibutuhkan konsistensi, yakni peraturan yang tidak berubah-ubah dan insentif yang clear, “jelasnya.

“Keliatannya belakangan India juga konsisten mengundang investor dan infrastruktur di sana sudah jalan, kita baru mulai,” ujar Johnny, menambahkan.

Terlepas dari hal tersebut, saat ini Johnny juga mengapresiasi pemerintah yang melakukan terobosan dengan UU Cipta Kerja.

Saat ini banyak investor juga menilai Indonesia sudah mulai terbuka. Alhasil, lanjut Johnny, Indonesia saat ini tinggal berbenah untuk lebih menarik karena sudah mulai banyak dilirik. (*)

Related Articles

Back to top button