fbpx
Ragam BangsaSosial & Budaya

Bukan Sesajen, Ternyata Tradisi Bubur Suro Sudah Ada di Zaman Nabi Nuh!

ENERGIBANGSA.ID – Bubur Suro atau bubur dengan berbagai biji kacang-an diatasnya yang disajikan khusus dibulan muharrom, tradisi membagikan bubur tersebut dilakukan oleh kebanyakan masyarakat jawa, hal itu telah menjadi adat dan budaya temurun berabad abad.

Namun tak banyak yang tahu bahwa tradisi itu ada di masa sebelum Rasulullah.

Kisah awal mula Bubur Suro ini pernah diceritakan dalam berbagai Refrensi kitab seperti Kitab I’anatuththalibin, juz II halaman 267 dan kitab Nihayatuz Zain halaman 196.

Pernah pula diceritakan KH. Sya’roni Ahmadi Musyatasar PBNU dalam pengajian rutinnya dimasjid Al Aqsho Menara Kudus.

Ketika Nabi Nuh berlabuh dalam dan turun dari kapal, beliau bersama orang-orang menyertainya. Dalam hal ini bisa dikatakan after Story dari Bencana Banjir Bandang yang nabi mengumpulkan umatnya dan berbagai hewan untuk diselamatkan dalam sebuah bahtera.

Perintah Nabi Nuh

Setelah Turun Pengikut Nabi merasa lapar sementara perbekalan mereka sendiri habis dimakan dalam Bahtera tadi. Saya tekankan disini ya sobat energi, disana gak ada namanya gojek dan indomie, tolong bayangin aneh-aneh.

Lalu Nabi Nuh memerintahkan agar semuanya mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka. Maka semuanya secara bersama mengumpulkan sisa perbekalannya.

Ada yang membawa seraup biji gandum, ada yang membawa biji adas, ada yang membawa biji kacang ful, ada yang membawa biji himmash (kacang putih) dll, sehingga terkumpul 7 (tujuh) macam biji-bijian.

Peristiwa itu terjadi saat hari Asyuro atau 10 Muharrom, lalu Nabi membacakan basmalah pada ke 7 biji-biji an tersebut kemudian memasaknya.

Ya setelah itu menyantapnya bersama-sama hingga semuanya kenyang, itu lah berkah dari nabi Nuh.

Bisa dibayangkan apa yang dilakukan tradisi bubur Suro hampir sama yang dilakukan ketika masa nabi Nuh, ya sebelum makan bubur didoakan bersama seorang tokoh adat atau para kyai lalu dimakan bersama dengan para jamaahnya.

Jadi Tradisi bubur suro itu sebenarnya bukan tradisi budaya jawa saja tapi ada historis keislamannya, dan bukan bagian ritual animistik ya.

Related Articles

Back to top button