fbpx
Kabar Daerah

Bukan Hanya Cebolok, Warga Karangjangkang Juga ‘Enggan’ Digusur

SEMARANG, energibangsa.id—Beberapa waktu lalu, warga Cebolok ‘ngluruk’ ke gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah meminta perlindungan wakil rakyat.

Pasalnya, kasus sengketa lahan warga Cebolok dengan pengembang perumahan belum menuai titik temu.

Bahkan dikabarkan, warga harus seringkali menerima tekanan, hingga ancaman penggusuran. Resah dengan kondisi itu, warga yang bermukim di Jalan Gajah Raya Kota Semarang itu melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi Jateng, di Gedung Berlian, Rabu (17/2/2021).

Begini Kasus Karangjangkang

Kasus yang mirip dialami oleh warga Karangjangkang, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat.

BACA JUGA: Ngluruk Dewan, Warga Cebolok Curhat Sengketa Tanah ke Komisi A DPRD Jateng

Warga mendapat SP1 (Surat Peringatan 1) dari Dinas Penataan Ruang Kota Semarang. Pasalnya, mereka tak mampu menunjukkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Khawatir digusur, warga Karangjangkang mengajukan permohonan perlindungan kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Dilansir dari Radar Semarang, Selasa (2/3/2021), kuasa hukum Warga Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron Semarang, Tommi Sarwan Sinaga mengatakan bahwa terdapat 64 kepala keluarga (KK) mengajukan permohonan pemutihan IMB.

Pasalnya, banyak bangunan rumah warga yang telah dibangun lebih dari 20 tahun lalu.

SIMAK ARTIKEL INI: Soal Kasus Sengketa Warga Cebolok, Begini Tanggapan Ketua Komisi A DPRD Mohammad Saleh

“Selama ini tidak pernah ada sosialisasi ataupun imbauan agar warga Karangjangkang mengurus IMB atas bangunan rumah tinggalnya,” ujar Tommy, Senin (1/3/2021) lalu.

Seperti dikabarkan, bangunan rumah tinggal warga tersebut dibangun di atas tanah negara setelah berakhirnya hak guna bangunan (HGB).

Dimana atas tanah tersebut, dahulu pernah terbit Sertifikat. Yakni, HGB nomor 113 pada tahun 1975, yang jangka waktu haknya telah berakhir pada tahun 1995 namun tidak diperpanjang.

Berdasarkan peraturan, tanah tersebut menjadi tanah negara sejak masa belakunya hak tersebut berakhir. (*)

Related Articles

Back to top button