fbpx
Wisata & Kuliner

Bukan Guyon! “Jembut Kecabut”, Kuliner Asli Purworejo

ENERGIBANGSA.ID (Purworejo) – Ya, ini bukan guyonan belaka. Ini sungguhan, dan memang begitu adanya. “Jembut Kecabut”, tidak lain adalah kuliner khas asli Purworejo, Jawa Tengah.

Ilustrasi Es Dawet Ireng Jembut Kecabut. Sumber: Instagram/ @makankeliling

Namanya memang unik, dan mungkin terdengar sedikit ‘saru’ atau ‘jorok’. Tapi ternyata, nama itu hanya sebuah singkatan. Dalam bahasa Jawa, jembut berarti rambut kemaluan, sedangkan kecabut artinya tercabut dari akarnya.

“Jembut Kecabut” sebenarnya adalah Dawet Ireng. Dinamai Es Dawet Jembut Kecabut karena lokasinya berada di sebelah timur “Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh” dan disingkat Jembut Kecabut. Gimana? Puaass!?

Jadi namanya memang unik, nyentrik dan nikmatnya bakal menarik siapa saja untuk menikmati dawet hitam yang sangat legendaris ini. Dawet hitam yang kemudian menjadi khas kuliner Purworejo.

Akar Sejarahnya

Banyak orang luar kota yang datang jauh-jauh hanya untuk menyruput kesegaran es tersebut. Dawet hitam khas Purworejo tersebut awalnya dirintis oleh Mbah Ahmad Dansri pada sekitar tahun 1950-an.

Dan konon, Mbah Ahmad yang membuat minuman unik tersebut hanya untuk dikonsumsi para petani ketika musim panen. Ia berkeliling dari sawah ke sawah untuk menjajakan minuman buatannya itu.

Dawet ireng dengan varian penyajian tape singkong. Sumber: Instagram/dawetmanggar

Sepeninggal Mbak Ahmad, minuman itu lalu dilestarikan oleh anaknya yakni Nawon hingga akhirnya sampai dengan generasi ke tiga yakni Wagiman. Usaha dawet hitam atau dawet ireng yang dilanjutkan oleh Wagiman ini pun bertambah ramai dan populer.

Kini, dawet hitam yang sebenarnya terbuat dari tepung pati dengan pewarna asli jerami padi yang dibakar, lalu abunya dihaluskan dan disaring itu telah melegenda dan menjadi minuman khas Purworejo.

“Jembut Kecabut” yang sebenarnya ini setiap hari dijajakan di tepi jalan Purworejo – Kebumen, Desa Butuh, Kecamatan Butuh, tepatnya di sebelah timur jembatan Butuh. Namun karena telah populer, masyarakat Purworejo lainnya juga turut berjualan es dawet ireng di sepanjang jalan Purworejo-Kebumen, di kecamatan-kecamatan lainnya. Hayo, kapan kita coba menikmati dawet “jembut kecabut”. (dd/EB).

Related Articles

Back to top button