fbpx
Kabar IndonesiaRagam Bangsa

Bukan Azab, Inilah Penyebab Indonesia Rawan Gempa

ENERGIBANGSA.ID – Dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah terjadi 1.107 kejadian bencana di Indonesia sejak Januari hingga Maret 2019. Bencana tersebut meliputi erupsi gunung api, banjir, longsor, puting beliung, dan gempa bumi.

Diantara beberapa bencana tersebut, yang baru-baru ini sedang sering menimpa Indonesia adalah gempa bumi. Tercatat tanah Bali dan Nusa Tenggara telah diguncang gempa hingga berkali-kali selama tahun 2019 ini.

Lantas, apa yang menyebabkan Indonesia menjadi rawan gempa? Apakah karena azab?

Agar Sobat Energi lebih mengerti terkait penyebab gempa di Indonesia, simak beberapa informasi dari Tim Energi Bangsa berikut ini.

Berada pada titik pertemuan tiga lempeng bumi

Seperti yang telah kita pelajari dalam materi geografi semasa sekolah, gempa bumi terjadi akibat adanya pergeseran lempeng bumi. Di Indonesia, diketahui berada pada titik pertemuan tiga lempeng bumi, yakni lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo-Australia. Apabila ketiga lempeng tersebut mengalami pergeseran, pecah, atau mencuat, maka dapat menimbulkan gempa bumi hingga tsunami. Pada kasus gempa bumi di Bali, penyebabnya adalah pergeseran lempeng Indo-Australia.

Pergerakan lempeng bumi

Selain karena pergeseran lempeng bumi, gempa juga terjadi akibat pergerakan lempeng bumi. Besar kecilnya tingkat pergerakan lempeng ini berpengaruh pada besarnya tekanan gempa. Berdasarkan teori lempeng tektonik, bumi ini terdiri dari beberapa lapisan batuan. Ketika lapisan ini bergerak perlahan, akan menimbulkan pecahan dan saling bertabrakan. Hal inilah yang mendasari timbulnya gempa tektonik.

Terletak pada batas konvergen

Di Indonesia, khususnya Pulau Sumatera, gempa bumi biasanya terjadi karena pulau tersebut berada pada batas konvergen antara lempeng Sunda dan lempeng Indo-Australia. Lempeng ini bergerak miring dengan kecepatan 60 mm per tahun dan komponen di belahan kanannya didorong oleh sesar mendatar di Pulau Sumatera.

Cincin Api Pasifik

Indonesia memiliki gugusan gunung api aktif dari ujung barat hingga ujung tidur. Kondisi ini menjadikan Indonesia mendapat julukan ring of fire atau cincin api pasifik karena berada di wilayah cekungan Samudera Pasifik. Alasan penyebutan cincin api adalah karena wilayah tersebut berbentuk tapal kuda. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi, 81% diantaranya terjadi di area cincin api sepanjang 40.000 km ini. Sehingga wajar saja bila Indonesia rawan gempa dan letusan gunung berapi.

Terletak di Alpide Belt

Selain ring of fire, Indonesia juga terletak dalam jalur Alpide belt atau sabuk Alpide. Jalur ini terdiri dari jajaran pegunungan yang membentang di sepanjang batas selatan Eurasia, yakni dari Jawa ke Sumatera melalui Himalaya, Mediterania, dan Atlantik. Ketika gunung-gunung tersebut meletus, maka daerah sekitarnya akan mengalami gempa bumi. Dari 17% gempa yang terjadi di bumi, 5-6% nya disumbang oleh gempa dari jalur ini.

Dengan mengetahui penyebab gempa bumi, semoga dapat meminimalkan perasaan parno Sobat Energi terkait rentetan bencana yang terjadi di Indonesia. Jadi, gempa ini bukan karena azab seperti sinema yang sering kalian tonton di televisi ya.

Related Articles

Back to top button