fbpx
Gaya HidupReligius

Bukan Ahli Sujud, Tanda Hitam di Dahi Justru Perbuatan Riya’

ENERGIBANGSA.ID – Hijrah. Sebuah fenomena yang kini banyak dijumpai dan diklaim oleh sebagian orang sebagai suatu bentuk penyempurnaan agama dalam diri.

Jika ditelisik sejarahnya, hijrah adalah langkah perpindahan atau migrasi yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dan para pengikutnya dari Mekkah ke Madinah. Namun pada saat ini hijrah dimaknai dengan perpindahan dari suatu hal yang buruk ke hal yang lebih baik.

Dimulai dari penampilan gaya berpakaian, tutur kata, hingga yang tak kalah mencolok adalah perubahan fisik pada bagian dahi seorang sobat hijrah.

[Baca juga: FPI Dibubarkan, Pemerintah Islamophobia atau Rizieqphobia?]

Sering kita temui seseorang yang tengah fokus berhijrah akan memiliki suatu tanda hitam di dahinya. Usut punya usut, tanda hitam hitam di dahi itu menandakan bahwa ia sering melakukan ibadah salat dengan sujud yang khusyuk dan agak menekan.

Hal ini pun saya dapati ketika bertemu dengan seorang kawan yang sedang berhijrah. Tak hanya mengubah penampilan dengan memakai celana cingkrang dan menyuburkan jenggot, di dahinya yang dulu putih mulus layaknya ubin musala pun kini muncul dua tanda hitam seperti selebritas Caesar “Keep Smile” pasca ia memutuskan berhijrah.

Bukan Ahli Sujud, Tanda Hitam di Dahi Justru Perbuatan Riya'
Transformasi Caesar dari sebelum hingga setelah berhijrah (Foto: Tribunnews)

Tapi, bagaimana cara sujud yang ia lakukan hingga dahi menghitam? Mengapa dalam waktu beberapa bulan saja pasca berhijrah langsung muncul tanda “keislaman” itu? Apakah sobat hijrah “menghantam” sajadah dengan begitu bersemangat setelah melakukan gerakan i’tidal? Dan.. apakah dahi yang menghitam akibat sujud itu memang dibenarkan dalam agama Islam?

Coba perhatikan ulasan yang berhasil dirangkum oleh Tim Energi Bangsa berikut ini.

Tanda hitam yang muncul di dahi memang benar akibat bekas sujud. Namun bila ditafsirkan sebagai bentuk khusyuk dalam beribadah salat, maka anggapan itu salah. Ibnu Abbas mengatakan Firman Allah dalam surah Al-Fath ayat 29 mengungkapkan bahwa kekhusyukan memang terlihat di dahi. Namun tanda itu baru akan nampak di akhirat nanti, bukan tanda hitam di dahi.

عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.

“Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari atsaris sujuud (bekas sujud)’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapalen’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapalen’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).

[Baca juga: Dua Orang yang Saling Membunuh namun Masuk Surga Bersama-sama]

Tanda hitam di dahi akibat bekas sujud itu diduga karena seorang sobat hijrah memiliki kulit yang sensitif. Sehingga ketika ia melakukan gerakan sujud dengan agak keras dan menekan akibatnya memunculkan tanda hitam itu.

Tak hanya itu, dilansir dari Islami, tanda hitam yang ada di dahi ternyata adalah kesalahan cara sujud. Hal ini karena ketika seseorang beribadah maka yang nampak adalah aura berseri-seri dan memperindah wajah, bukan sebaliknya. Tanda hitam itu justru seperti memperburuk wajah dan bertentangan dengan hakikat salah satu manfaat salat.

Artinya jika muncul tanda hitam di dahi sebaiknya kita mulai memperbaiki gerakan salat sesuai dengan syariat. Bahkan salah seorang sahabat Rasulullah yaitu Abdullah bin Umar bin Khattab RA tidak menyukai adanya tanda hitam di dahi seorang muslim.

Selain itu, memiliki tanda hitam di dahi juga dinilai sebagai perbuatan riya’ (pamer). Ya, anggapan ini ada sebab dikhawatirkan orang dengan tanda hitam di dahi ini hanya ingin dianggap sebagai ahli ibadah dan mendapat pujian dari orang lain.

وليس المراد به ما بصنعه بعض الجهلة المرائين من العلامة في الجبهة فانه من فعل الخوارج وفي الحديث اني لابغض الرجل واكرهه اذا رايت بين عينيه اثر السجود

“Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)” dalam sebuah hadits disebutkan sungguh saya benci seseorang yang saya lihat diantara kedua matanya terdapat bekas sujud (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).

Jadi, mulai sekarang perbaiki salat kita ya, Sobat energi. Dan juga sebarkan artikel ini, jangan berhenti di kamu!

Related Articles

Back to top button