PendidikanReligius

Buka PAUD, Pesantren Ini Kenalkan Alquran Sejak Usia Dini

ENERGIBANGSA.ID – Alquran merupakan sumber utama hukum Islam. Mengajarkan baca, tulis dan bahkan ilmu tentang Alquran sangat dianjurkan sebagai bekal hidup setiap muslim. Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah (PPDA) dalam mengembangkan pesantren telah membuat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang hari ini, Minggu (14/7/2019) sore secara resmi dibuka, di desa Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Pengasuh PPDA, K. Agus Romadhan saat memberikan sambutan peresmian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahfidzul Quran Permata Bunda mengatakan, memperkenalkan Alquran pada anak sejak usia dini disebut sebagai cara yang utama membentuk anak yang shalih atau shalihah.

Pondok Pesantren Durrotu Aswaja yang berada di Desa Sekaran, Kecamatan Gunungpati Semarang memang seluruhnya berstatus mahasiswa S1 atau S2 Universitas Negeri Semarang. Sebuah kampus negeri yang dikenal banyak mencetak tenaga pendidik handal.

“PAUD ini diberi nama Tahfidzul Quran, namun bukan berarti setiap anak yang sekolah di sini menghafalkan Alquran,” katanya, “namun kurikulum belajar membaca masuk sebagai mata pelajaran, bukan sekedar ektra atau pelajaran tambahan,” sambungnya.

Dia menjelaskan, hal yang perlu diketahui bahwa mendidik anak dengan Alquran juga harus memperhatikan latar belakang sekolah dan gurunya. “Di sini semuanya jelas, guru yang mengajar hafal alquran atau setidaknya masih proses menghafalkan alquran,” ungkapnya.

Kepala Sekolah, Durrotun Ma’rufah menambahkan, pendidikan anak usia dini sebagai sarana pembentukan karakter. Hal ini menekankan pembiasaan anak-anak dengan cara pendampingan sambil belajar. Dijelaskannya, anak didik dalam PAUD tersebut dibiasakan pada pola hidup yang islami dengan karakter norma agama, seni, sosial, kognitif dan bahasa.

“Di sini anak dilatih untuk mandiri, jadi anak belajar tanpa ditunggui orang tua. Kita berikan toleransi 2 atau 3 hari,” ucap aktifis IPPNU yang masih menghafalkan alquran ini menegaskan.

Dalam pembelajaran alquran, gadis 22 tahun yang mengambil Jurusan PG PAUD Unnes ini menggunakan pendekatan dengan metode gerakan. Menurutnya, seorang anak lebih mudah mengingat dengan cara menirukan gaya.

“Di sini kita praktikkan sentra belajar mengaji, tapi bukan berarti harus bisa membaca. Tapi mengenalkan Alquran dengan metode gerakan per kata agar mudah diingat dan ditirukan. Seorang anak harus mendapatkan sesuatu yang konkrit. Jadi dengan menangkap secara visual sebagai sarana membantu mempemudah mengingat,” jelasnya.

Untuk memperhatikan seberapa jauh anak didik telah memahami atau menghafal tim guru telah mempersiapkan berbagai permainan. Saat ini, sejumlah 20 anak sudah terdaftar dengan pembagian 1 kelas terdiri dari 8 anak dengan 2 orang guru. (*)

Related Articles

Back to top button