fbpx
Kabar Daerah

BPOM Semarang Kawal Uji Vaksin, Simak Prestasi Mereka!

SEMARANG, energibangsa.id – Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) di Semarang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) adalah lembaga yang melakukan teknis pengawasan dan sertifikasi obat dan makanan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

BPOM berusaha melakukan pelayanan tatap muka kepada masyarakat selama pandemi berlangsung, tentunya dengan sejumlah protokol kesehatan yang ketat.

Mereka juga turut berkontribusi dalam melakukan tes laboratorium terhadap virus Covid-19. Bersama dengan 12 UPT BPOM lainnya di Indonesia, BPOM di Semarang sudah memiliki alat PCR yang biasanya digunakan untuk mengetes kehalanan makanan maupun obat.

Kepala BPOM di Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt, menjelaskan semula alat PCR milik BPOM di Semarang dipinjamkan kepada laboratorium yang ada di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Mei 2020.

Beliau berujar pihaknya akan berusaha bergotong royong sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk berkontribusi mengatasi masalah pandemi ini.

BPOM di Semarang juga mengirimkan empat tenaga laboratorium untuk mengikuti magang pengetesan virus Covid-19 di Laboratorium Kesehatan Daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Maka hingga saat ini, kami sudah mengampu beberapa Kabupaten/Kota yang ingin menguji sampel virus Covid-19 di BPOM di Semarang. Kami pun terus berkoordinasi dengan beberapa Kabupaten/Kota supaya tidak over kapasitas,” tambahnya.

Mendulang Berbagai Prestasi

Prestasi yang didulang BPOM Semarang antara lain penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kemenpan RB.

Tribunnews melaporkan, tahun 2021 BPOM di Semarang memiliki program keterpaduan yang mengintervensi beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Program tersebut sejatinya sudah berjalan sejak tahun 2014 dan pada tahun 2021 ini, pihak BPOM di Semarang akan melakukan intervensi di Kabupaten Blora, Kabupaten Pati, Kabupaten Demak, Kota Salatiga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Banyumas.

Aryapatni mengatakan, program keterpaduan intervensi itu meliputi Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Program Jajanan Anak Sekolah (PJAS), dan Program Pasar Aman (PPA). Tujuan dari GKPD yakni, untuk mencegah produksi pangan UMKM dari bahan-bahan berbahaya.

“Banyak produk makanan yang diproduksi di beberpa daerah masih menggunakan bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, borax, maupun formalin. Maka program ini untuk mencegah para produsen supaya tak menggunakan bahan tersebut sebagai campuran bahan olahan makanan,” bebernya.

Sama halnya dengan GKPD, Program Jajasan Anak Sekolah pun juga turut diintervensi oleh BPOM di Semarang guna mencegah anak-anak sekolah menkonsumsi jajanan yang mengandung bahan berbahaya.

“Terutama untuk sekolahan yang menyediakan kantin. Sama halnya dengan Program Pasar Aman.

Kami ingin para pedagang di pasar tidak menjual maupun mengedarkan bahan makanan yang mengandung zat berbahaya,” pungkasnya. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button