Kabar IndonesiaKesehatanNasional

BPJS Kesehatan Naikkan Tarif Iuran Untuk Atasi Defisit, Setuju?

ENERGIBANGSA.ID – Setelah mengalami defisit pada neraca keuangan sejak 2014, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berencana untuk melakukan penyesuaian tarif iuran.

Penyesuaian tarif yang sedang dirancang adalah dengan menaikkan tarif iuran untuk peserta BPJS seluruh Indonesia. Usulan penyesuaian tarif ini awalnya dikemukakan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang kemudian direspon oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

[Baca juga: Sri Mulyani Ingin Bayar Pajak Lebih Mudah dari Beli Pulsa Telepon]

Adapun rincian usulan kenaikan tarif yang berhasil dirangkum oleh Energi Bangsa adalah sebagai berikut:

  • Peserta JKN kelas I yang semula membayar iuran sebesar Rp80.000 per bulan naik menjadi Rp160.000 per bulan;
  • Peserta JKN kelas II yang awalnya membayar Rp51.000 per bulan menjadi Rp110.000 per bulan; dan
  • Peserta JKN kelas III yang dikenakan tarif Rp25.500 per bulan juga naik menjadi Rp42.000 per bulan.

Dengan adanya kenaikan tarif iuran ini Sri Mulyani berharap ada konsekuensi jika peserta BPJS Kesehatan ingin naik kelas. Sebelumnya, pemerintah telah membayar lunas iuran BPJS Kesehatan untuk semua TNI, Polri, dan ASN tahun 2019 guna membantu kebutuhan anggaran BPJS Kesehatan. Padahal seharusnya iuran tersebut dibayarkan per bulan.

[Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 10 Triliun Untuk Kartu Pra Kerja]

Menanggapi usulan itu, M. Iqbal Anas Ma’ruf selaku Kepala Humas BPJS Kesehatan mengaku menyetujui usulan dari bu Menteri. Menurutnya, penyesuaian iuran harus segera dilakukan agar program pembiayaan kesehatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah mengambil langkah cepat dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang baru.

Kalau menurut Sobat Energi, apakah kebijakan untuk menaikkan tarif iuran pembayaran BPJS Kesehatan ini sudah tepat? Apakah kalian setuju? Ayo coba suarakan di kolom komentar, ya!

Related Articles

Back to top button