fbpx
Kabar Indonesia

Duh! 2 Bos Sinarmas Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Ada Apa ya?

SEMARANG, energibangsa.id—Seorang pengusaha asal Solo, Andri Cahyadi melaporkan dua bos PT. Sinarmas  ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Mereka diduga telah melakukan tindak penggelapan, penipuan, tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dalam laporan CNN, Minggu (14/3/2021), dua  terlapor adalah Komisaris Utama PT Sinarmas, Indra Wijaya dan Direktur Utama PT Sinarmas Sekuritas, Kokarjadi Chandra.

Andri mengungkapkan kasus bermula saat ia masih dalam pekerjaan sebagai Komisaris Utama PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (PT. EEI) bekerja sama dengan PT Sinarmas pada 2015 silam untuk menyuplai batu bara ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Sebelumnya, perusahaan saya sudah bekerja sama dengan PT PLN sejak tahun 2012,” ungkap Andri pada Sabtu (13/3/2021).

Kerja sama dengan PT Sinarmas yang dimulai pada 2015 itu untuk memenuhi permintaan batu bara yang lebih besar.

Menurut Andri, waktu itu PT Sinarmas menempatkan seorang bernama Benny Wirawansyah yang belakangan kursi kursi Direktur Utama PT EEI.

Ada kejanggalan!

Setelah kerja sama berjalan 3 tahun, Andri melihat beberapa dugaan kejanggalan.

Bukannya meraup keuntungan, justru perusahaannya dibebani utang hingga Rp4 triliun.

“Utang itu kita dapatkan dari Grup Sinarmas,” klaim Andri.

Tak hanya dibebani utang, menurut Andri, sahamnya di PT EEI yang awalnya mencapai 53 persen pun tergerus hingga 9 persen.

“Kalau dihitung dari laba yang seharusnya saya dapatkan dari kerja sama itu, kerugian saya mencapai Rp15,3 triliun,” ungkap dia lagi.

Andri kemudian mengambil tindakan dengan meminta audit menyeluruh terhadap perusahaan.

Ia juga menyatakan laporan tersebut laporan keuangan tahun 2018 hingga kemudian berujung pada pelaporan kasus ke penegak hukum.

“Semua berkas-berkas dan bukti-bukti sudah saya serahkan ke penyidik ​​Bareskrim Polri,”tutur Andri.

“Harapan saya, ini bisa membuka segala hal tindakan-tindakan yang merugikan pemegang saham dan merugikan negara yang bisa ditindak pihak berwajib,” ujarnya.

Laporan tercatat 10 Maret

Bareskrim Polri telah mengonfirmasi laporan yang tercatat dengan Nomor LP / B / 0165 / III / 2021 / BARESKRIM tertanggal 10 Maret 2021.

Dalam laporan ini, kedua terlapor diduga melanggar Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan, Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, Pasal 374 tentang penggelapan, Pasal 374 tentang penggelapan dalam jabatan.

Selain itu, diduga melanggar Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, serta Pasal 2,3,4, dan 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sebagaimana tertulis dalam LP, dugaan penipuan dilakukan pada Desember 2020 di salah satu tempat di Jakarta Selatan.

Salah satu terlapor, Kokarjadi Chandra saat dikonfirmasi awak media mengaku belum melihat ihwal pelaporan dirinya ke Bareskrim Polri tersebut.

Tak hanya itu, dia juga mengaku sudah tidak bekerja di PT Sinarmas Sekuritas.

“Wah saya nggak tahu, saya sudah tidak di Sinarmas,” jawab Kokarjadi singkat.

Sementara itu, Hubungan Pemerintah PT Sinarmas Ivo Rustandi mengatakan telah mendapatkan informasi kasus dari media massa.

Akan tetapi dia mengatakan belum ada panggilan resmi ke pihaknya.

“Kami sudah menerima berita tersebut, setahu saya masalah ini tidak ada dengan Pak Indra W,” kata Ivo kepada CNNIndonesia.com , Minggu (14/3), seperti dikutip energibangsa.

“Dan sampai saat ini kami belum menerima konfirmasi / panggilan resmi,” tambah dia.

Informasi lebih lanjut Ivo juga menginformasikan bahwa Kokarjadi Chandra kini tidak berada di Sinarmas Sekuritas. (dd)

Related Articles

Back to top button