fbpx
Ekonomi & Bisnis

BLT Pekerja Gaji di Bawah Rp5 Juta Disetop, Ini Alasannya

SEMARANG, energibangsa.id—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat suara perihal keputusan pemerintah menghentikan program subsidi gaji untuk pekerja di bawah Rp5 juta.

Dilansir dari CNBC, Menteri Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2021, Selasa (9/3/2021) menjelaskan kalau perlindungan sosial pemerintah tahun ini berbeda dengan tahun lalu.

Fokus pada 2 hal

“Di mana tahun lalu kita memang memberikan subsidi gaji tapi untuk tahun ini kita dorong lebih kepada sektor yang produktif agar menggerakkan dua hal,”ujar Airlangga.

“Satu mengurangi pengangguran, kedua tentu ada cash forward, orang kerja, dapat uang, tentu meningkatkan daya beli,” imbuhnya.

“Jadi program padat karya itu didorong, apakah itu pertanian, apakah itu infrastruktur,” sambungnya.

Selain itu, Airlangga bilang kalau pemerintah juga mendorong produksi UMKM melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sehingga tidak hanya meningkatkan konsumsi tapi juga mendorong supply side dari UMKM,” kata Airlangga.

Tak ada alokasi APBN 2021

Pada bulan lalu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan alasan pemerintah menghentikan program subsidi gaji untuk pekerja di bawah Rp5 juta.

“Sementara memang di APBN 2021 belum atau tidak dialokasikan. Nanti, kami lihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya, tetapi memang tidak dialokasikan di APBN 2021,” ujar Ida.

Ida menambahkan, khusus untuk program bantuan lainnya kepada pekerja terdampak pandemi Covid-19 tetap dilanjutkan pada tahun ini.

Meski ia tidak menyebutkan secara perinci program yang dimaksud.

Namun ia menuturkan program itu tetap berjalan hingga kondisi perekonomian normal kembali.

Pasalnya, pandemi Covid-19 telah mengerek jumlah pengangguran menjadi 9,77 juta orang hingga Agustus 2020.

Oleh sebab itu, menurut Ida, dibutuhkan program-program pemerintah guna membantu pekerja yang kehilangan pekerjaannya.

“Program-program itu sebagian akan terus jalan sampai kondisinya kembali normal, memang diarahkan untuk menangani dampak pandemi Covid-19,” kata Ida. (*)

Related Articles

Back to top button