Opini / Gagasan

Bisnis Thrift Shop, Untung Menjanjikan dan Disukai Milenial!

Oleh : Vindi Yunianida

ENERGIBANGSA.ID  ̶  Istilah Thrift, Thrifting, dan Thrift Shop sedang terdengar booming saat ini. Lantas apa sih sebenarnya Thrift, Thrifting, dan Thrift Shop?

Thrift adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menyebut sebuah barang bekas yang masih layak pakai dan bisa dijual.

Thrifting merupakan proses berburu barang-barang bekas, sementara Thrift Shop yakni tempat belanja yang menyediakan barang thrift.

Peluang bisnis thrif shop muncul karena semakin banyak generasi milenial yang menggemari barang branded dengan harga murah dan terjangka dengan kualitas bagus untuk menunjang penampilan.

Bisnis ini dapat dikatakan menjanjikan karena tidak  perlu modal yang besar. Dengan modal kurang dari Rp 1 Juta, usaha thrift shop ini bisa dimulai.

Bisnis thrift shop dapat dijumpai secara offline maupun online.

Banyak thrift shop menawarkan harga miring untuk sebuah produk branded yang masih sangat bagus.

Adanya thrift shop juga berperan dalam mengurangi limbah industri fashion.

Peluang bisnis thrift shop meliputi jual beli barang second dengan  brand luar negeri dengan kondisi barang masih baik, layak, dan bisa dipakai.

Adapun berbagai jenis produk untuk bisnis thrift shop yang digemari sebagai berikut :

Pakaian

Pakaian merupakan produk thrift yang paling banyak digemari dan bisa dijual di thrift shop, seperti hoodie, sweater, jaket, dan celana jeans. 

Perlu diperhatikan juga brand yang akan dijual, jika semakin bagus brand pakaiannya maka nilai jual semakin tinggi.

Sepatu

Carilah sepatu dari brand ternama, maka akan memiliki nilai jual yang tinggi.

Tas

Tas merupakan produk yang paling dicari juga.

Tips Memulai Bisnis Thrift Shop :

1. Produk Harus Spesifik

Thrift pakaian, tas, sepatu

2. Tentukan Target Pasar

Target pasar yang sesuai biasanya membuat penjualan lebih laku. Target pasar disesuaikan dengan barang yang dijual.

3. Temukan dan Pilih Supplier yang Tepat

Temukan supplier dengan kualitas produk yang baik dan harga yang sesuai dengan modal yang dimiliki.

4. Perhatikan Kebersihan Produk

Barang yang bersih dan pengemasan yang rapi akan meningkatkan nilai jual. Kebersihan produk juga bisa meningkatkan kepercayaan konsumen.

*Vindi Yunianida, Mahasiswi FE Manajemen Univ Wahid Hasyim

Related Articles

Back to top button