fbpx
Ekonomi & Bisnis

Bisnis Aquascape di Kala Pandemi Dapat Omzet Rp15 Juta, Simak Sini

BATANG, energibangsa.id – Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi kehidupan masyarakat, salah satunya kelesuan dunia usaha. Meski begitu, para penggemar aquascape atau budidaya tanaman air tak terlalu memikirkan itu. Banyaknya waktu yang dihabiskan masyarakat di rumah, membuat banyak orang akhirnya menggeluti aquascape dan membuat penjualannya meningkat pesat.

“Saat pandemi ini, banyak yang mulai menanyakan tentang aquascape dan permintaan untuk tanaman air ataupun untuk membuat aquascape semakin meningkat,” kata Ary, pelaku usaha budidaya tanaman air, Minggu (25/10)

Ary menuturkan, pendapatan kala pandemi Covid-19 bisa mencapai Rp 10 Juta – Rp 15 juta. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari biasanya.

“Itu mungkin merupakan efek dari banyaknya artis atau entertainer yang membuat aquascape di rumahnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ary mengira aquascape bukanlah tanaman asli melainkan tanaman buatan. Namun setelah pada awal tahun 2020 ia melihat video di dunia maya terkait keindahan aquascape, dirinya akhirnya mulai menekuni budidaya tanaman air ini.

Rumit tidaknya perawatan aquascape, imbuh Ary,  tergantung pada tema, peralatan tambahan, ataupun pada tanaman air yang dipilih. Tanaman air pada aquascape ada yang mudah dirawat, seperti jenis Anubias, Valesneria, dan Bucephalandra. Sedangkan, tanaman air yang sukar dirawat, misalnya jenis Montecarlo serta Rotala.

”Jenis tanaman air yang saya budidayakan ada Anubias, Valesneria, Bucephalandra, Water lily, Rotala, dan Montecarlo. Sebenarnya aquascape tidak memerlukan alat tambahan tetapi untuk menjaga kualitas air, tanaman serta ekosistem yang ada di dalam aquascape, maka diperlukan alat tambahan seperti filter, lampu, kipas, termometer suhu, maupun inject carbondioksida,” jelas Ary.

Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah dan Koperasi pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Batang, Budi Santosa, menuturkan, terdapat beberapa UKM kreatif yang omzetnya justru meningkat selama pandemi Covid-19. Pemerintah pun akan terus memberikan dorongan kepada para pelaku UKM agar tidak ambruk diterjang resesi perekonomian akibat pandemi Covid-19.

”Kita akan terus mendukung UMKM yang bergerak di bidang industri kreatif. Dengan adanya Banpres Produktif untuk UMKM sebesar Rp2,4 juta, diharapkan dapat menjadi modal untuk memperlebar cakupan usahanya,” tegasnya. (sasa/EB).

Related Articles

Back to top button