fbpx
KesehatanRagam Bangsa

Bio Farma Ungkap Belum Ada Laporan Negatif Setelah Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dilakukan

Energibangsa.id – Uji klinis vaksin Covid-19 yang ketiga sedang dilakukan oleh Bio Farma. Meskipun hingga saat ini uji klinis belum selesai secara keseluruhan. Namun Honesti Basyir selaku Direktur Utama mengungkapkan jika belum ditemukan adanya indikasi yang menghambat uji klinis.

Bertempat di Bandung, Jawa Barat, Honesti mengatakan jika ia dan pihaknya merasa optimis jika pembuatan vaksin akan berjalan sesuai harapan pada Januari tahun depan.

“Dari kami optimis jika dalam waktu enam bulan ini akan segera menunjukkan hasilnya,” jelasnya. Honesti juga menambahkan jika uji klinis vaksin dilakukan oleh beberapa negara, bukan hanya di Indonesia. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Brazil, Turki, Chile, dan Bangladesh. Uji klinis di Indonesia sendiri melibatkan 1.620 relawan yang sebelumnya sudah mendapatkan suntikan pertama. Sebanyak 1.074 pada suntikan kedua, dan 671 relawan sudah diambil sampel darahnya.

“Hingga saat ini belum ada laporan masuk yang memperlihatkan adanya indikasi yang mungkin dapat menghambat proses pembuatan vaksin. Semoga uji klinis dapat segera selesai dan dapat digunakan dengan segera,” tuturnya.

Vaksin Covid-19

Bekerja sama dengan FK Unpad dan turut melibatkan BPOM ternyata juga memberikan tambahan rasa optimis pada pihak Bio Farma dalam proses uji klinis yang dilakukan. Honesti mengatakan jika pihaknya uji klinis tahap satu dilakukan untuk menguji tingkat keamanan dari vaksin. Uji klinis kedua untuk memverifikasi vaksin guna melilhat sejauh mana kemampuan vaksin. Apakah vaksin tersebut dapat memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi.

Sementara itu, dari Satgas Penanganan Covid-19 telah meminta masyarakat untuk bersabar dan selalu cermat dalam memilah dan menyikapi informasi yang beredar di ranah media sosial mengenai perkembangan penanganan Covid-19, terlebih informasi perihal vaksin.

Pihak satgas berharap jika masyarakat tidak berspekulasi yang tidak-tidak berkaitan dengan uji klinis dan informasi yang belum diketahui keabsahannya agar tidak diterima mentah-mentah.

“Jadi pemberitahuan aspek vaksinasi yang bersinggungan dengan masyarakat akan didiseminasikan secara transparan. Secara bertahap, sehingga jika belum diumumkan secara gamblang oleh pemerintah, maka hal tersebut masih dalam tahap perumusan. Kami ingin memastikan bahwa informasi publik yang disampaikan itu betul-betul akurat,” ujar Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito.

[Tata/EB]

Related Articles

Back to top button