fbpx
Kabar Daerah

Bingung Bagaimana Cara Dapat BBM Saat Natal dan Tahun Baru di Jateng? Begini Caranya..

SEMARANG, energibangsa.id – Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) akan mengoptimalkan layanan untuk memenuhi kebutuhan BBM. Hal ini dilakukan mengingat kebutuhan BBM yang meningkat jelang Natal dan Tahun Baru (nataru).

Dilansir dari detik.com, Minggu (20/12), pengoptimalan yang dilakukan yaitu dengan pemenuhan  BBM modular, digitalisasi SPBU dan layanan pesan antar. Pertamina telah mengaktifkan beberapa tambahan layanan seperti penambahan Pertashop dan menyiagakan tangka tambahan di SPBU tol Trans Jawa.

Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga, Jumali mengatakan, dengan adanya peambhan layanan ditujukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan. Tak hanya itu, melainkan juga untuk memecah antrian agar protokol kesehatan tetap terjaga.

Pjs. Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina JBT, Arya Yusa Dwicandra mengatakan, layanan tamabahan sudah tersedia di sepanjang tol Trans Jawa dari KM 252 hingga KM 259. Tambahan pengisian BBM, berupa SPBU modular dan Pertashop di 9 titik.

Ruas A berada di titik KM 252, 275, 338, 456 dan 519 sedangkan di ruas B berada di titik 456 dan 519. Pertamina juga menyiapkan mobil siaga dan motoris untuk layanan pesan antar yang bisa di pesan melalui aplikasi MyPertamina atau Pertamina Call Center di 135.

Pertamina menyediakan tiga mobil siaga yaitu di pintu keluar tol Tegal, pintu keluar tol Weleri dan pintu keluar tol Salatiga.  Sedangkan untuk petugasnya itu sendiri jumlah yang menggunakan sepeda motor berjumlah 40 motoris di luar jalan tol. Untuk yang berada di dalam area tol Trans Jawa berjumlah tujuh motoris.

Tambahan stok BBM di SPBU

Untuk tambahan stok BBM di SPBU, nantiya akan ada 47 SPBU kantong dengan kapasitas mobil tangka penuh yang disiagakan di beberapa titik.  Penempatannya berada di jalur mudik maupun area wisata yang diperkirakan ada potensi lonjakan kebutuhan.

Ia menambahkan, digitalisasi pelayanan di fasilitas penyaluran SPBU sudah dilakukan optimalisasi. Menurutnya, digitalisasi perlu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan menjadi transparansi dan optimalisasi penyaluran BBM.

Hingga saat ini Pertamina JBT telah terdigitalisasi sebanyak 90% mulai dari sistem pembayaran, sistem penyaluran dan sistem kesiapan stock. Sehingga, pelayanan terhadap konsumen menjadi optimal.

Komisaris PT Pertamina Patra Niaga sekaligus Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, turut mengapresiasi uapaya tim Pertamina atas pelayanan BBM kepada masyarakat.

“Seiring dengan perkembangan teknologi, ketahanan stok BBM juga dapat dioptimalkan. Caranya yaitu dengan memanfaatkan teknologi atau digitalisasi SPBU. Kementerian ESDM nantinya akan terus mendukung Pertamina dalam proses optimasliasi digitalisasi tersebut,” ungkapnya. (*)

Related Articles

Back to top button