Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menerima program kunjungan ke Indoesia 13 delegasi tokoh agama dan perdamaian Afganistan, 16-21 September 2013.
Kunjungan 13 delegasi tokoh agama dan perdamaian Afghanistan di PBNU (foto: nu.or.id)
InternasionalReligius

Bikin Bangga, Islam Nusantara Kini Jadi Percontohan Islam Dunia

0

ENERGIBANGSA.ID – Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi Islam terbesar dan tertua di indonesia, didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari dengan semangat toleran dalam bersosial, bernegara, dan beragama. Kemasyhuran NU secara internasional tidak diragukan lagi, karena jamaahnya yang berdiaspora di berbagai negara.

Dewasa ini, diketahui bahwa para ulama di Afghanistan yang mengkampanyekan islam toleran dan mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) Afganistan di sana memberi inspirasi bagi sejumlah negara islam lainnya seperti Lebanon, Belgia, Rusia, Sudan, dan Turki. Mereka ingin membuka kesempatan yang sama bagi generasi muda untuk belajar Islam di Indonesia.

Kiprah NU Afghanistan di sana, selain mengembangkan langkah diskusi dan diplomasi untuk perdamaian Afghanistan, Nadhlatul Ulama juga memberikan beasiswa kepada anak-anak muda Afghanistan untuk belajar Islam damai di Indonesia.

Menurut salah satu pengurus PBNU, Ahmad Syafii, jumlah beasiswa yang diberikan belum banyak, tetapi relatif cukup untuk mengampanyekan Islam moderat dan sikap toleran sejak dini, terutama bagi generasi muda Afghanistan. “Tahun 2019 ini, PBNU memberikan beasiswa untuk 40 mahasiswa dan 10 pelajar,” jelasnya pada energibangsa via seluler.

Pemerhati Hubungan Internasional sekaligus Kepala Pusat Pengkajian Kawasan Timur Tengah Universitas Wahid Hasyim, Dr. Andi Purwono, MSi juga mengimani bahwa pemberian beasiswa seperti ini sangat efektif untuk ikut memperkenalkan wajah Islam Nusantara kepada dunia internasional.

“Sekarang ini banyak negara islam di dunia ingin membuka forum Islam damai ala Islam Nusantara. Beritanya sudah banyak beredar, ada permintaan dari negara-negara seperti Lebanon, Belgia, Rusia, Sudan dan Turki untuk mengembangkan apa yang sudah dilakukan oleh NU Afghanistan,” ujarnya pada energibangsa.id

Menurut Andi Purwono, ada prinsip-prinsip NU yang sangat disukai dan sesuai dengan harapan para ulama di sana, seperti bersikap moderat, menentang radikalisme, mengedepankan rekonsiliasi dan toleransi. Di Indonesia ini sudah menjadi hal biasa, namun di sana metode ini menjadi menjadi pintu diplomasi jalur utama, dan dampaknya signifikan.

“itu dimulai dari 2011 ketika PBNU mengundang mereka ke Jakarta dari berbagai faksi. Kebetulan disertasi saya juga membahas hal itu,” jelasnya.

nampak pengurus NU Afghanistan (foto: nu.or.id)

“kabar terbaru dan cukup membanggakan ini ada 168 masjid di Belgia yang berharap agar ada santri NU yang jadi imam di sana,” lanjutnya.

Dikutip dari nu.or.id pada tahun 2016, tercatat NU Afganistan sudah mempunyai kepengurusan di 22 provinsi yang melibatkan lebih dari 6000 ulama berkebangsaan asli Afganistan dari berbagai kelompok dan faksi. Kini NUA sedang mengupayakan pengembangan NU di 34 provinsi di Afghanistan.

Sebagai informasi, bahwa NU Afganistan terpisah secara struktural dari PBNU, tak seperti Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) yang tersebar di mancanegara. Para ulama moderat Afganistan “mencangkok” NU dari Indonesia untuk membuka jalur perdamaian di sana. Semoga menjadi energi positif dan berkah bagi dunia. (red)

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Bayar Tagihan Sekolah Lebih Mudah dengan Infra Digital Nusantara

Previous article

Menjadi Pionir, Telkomsel Kembangkan Teknologi 5G

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.