Perempuan Berhijab
Salah satu moment berjabat tangan Dewi dengan Paus Fransiskus di Vatikan. (dok. linetoday).
Kabar IndonesiaKita IndonesiaReligius

Bertemu Paus Fransiskus dan Dituduh Kristenisasi, Perempuan Berhijab Semarang Bawa Misi Perdamaian di Vatikan

0

ENERGIBANGSA.ID – Jagat media sosial Indonesia dihebohkan dengan beredarnya foto seorang perempuan berhijab yang diketahui berasal dari Indonesia bernama  Dewi Kartika Maharani Praswida, bertemu dan bersalaman dengan Pimpinan Umat Katholik Dunia , Paus Fransiskus, di Vatikan. Foto dan peristiwa tersebut lantas menuai banyak tanggapan.

Pro dan kontra pun tak ayal terjadi dikalangan pengguna media social. Ada beberapa pihak yang mendukung dan mengapresiasi tindakan yang dilakukan perempuan tersebut. Namun ada beberapa pihak yang mengkritik dan menganggap bawa perempuan tersebut telah di kristenisasi.

Namun dibalik tuduhan tersebut ada cerita menarik di dalamnya. Berikut adalah fakta lengkap dari data yang dirangkum tim energibangsa.id terkait Dewi dan di balik peristiwa tersebut :

1. Seorang Muslim dan Pertemuan kedua dengan Paus Fransiskus

Dewi berkesempatan berkunjung ke Vatikan dan bersalaman dengan Pimpinan Umat Katolik Dunia, Paus Fransikus di vatikan, kemarin (26/6),

Pertemuan dengan Bapa Suci tersebut, bukan pertama kali bagi Dewi. Sebelumnya, ia bertemu dengan Paus pada bulan maret 2018. Di pertemuan perdananya lalu, Dewi juga berjabat tangan dengan Paus saat acara  Pre Sinode Meeting, pertemuan orang-orang muda dari seluruh dunia di Vatikan, Roma.

Ketika bertemu dikesempatan kedua, Dewi sempat mengenalkan dirinya sebagai perempuan muslim dari Indonesia. Dirinya juga sempat berdialog dengan Paus.

“Saya saja yang salaman kala itu. Saya perkenalkan diri saya kepada Paus bahwa saya muslim dari Indonesia dan Ini bukan kali pertama saya berjabat tangan dengan beliau, ini yang kedua, “ terang dewi, seperti yang dikutip dari tribunnews.com

Permintaan Dewi disambut hangat oleh Paus Fransikus. Pimpinan Vatikan tersbut lalu memenuhi apa yang diminta perempauan itu.

2.Meminta mendoakan untuk perdamaian dunia

Saat bertemu dengan Pimpinan Umat Katholik dunia tersebut, selain meminta berjabat tangan Dewi juga meminta untuk mendoakan dirinya serta perdamaian dunia.

Paus menjawab pelan-pelan dalam bahasa Inggris,  “ya tentu saya doakan,” papar Dewi selanjutnya.

Bagi perempuan berhijab asal Semarang ini, bertemu dan bersalaman dengan salah satu tokoh berpengaruh di dunia menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

“Kesan bertemu kedua, saya lebih berbahagia lagi karena untuk kedua kali juga saya bisa sedikit menyampaikan sesuatu. Saya merasa mendapat berkah luar biasa ketika di diakan, “ tuturnya.

3.Beasiswa Vatikan dan Rekomendasi Keuskupan Semarang

Keberadaan Dewi di Vatikan yang kedua kalinya merupakan rekomendasi dari Keuskupan Katolik Semarang dan  Konferensi Waligereja Indonesia (WKI), melalui permohonan beasiswa yang ia ajukan ke Nostra Aetate Fondation di Vatikan. Ia pun terpilih dan berangkat kesana. Disana Dewi belajar selama enam bulan. Pertemuan dengan Paus terjadi saat dirinya telah menyelesaikan studinya di sana.

“Pertemua kedua (dengan paus) hari rabu (26/6) di St peter Square, Vatikan, Roma, Italia. Pertemuan itu terjadi saat studi saya berakhir,” papar gadis yang lahir di Wonigiri ini.

4.Belajar Dialog antar agama

Meskipun fokus studinya di Program Magister Universitas Katolik Soegijapranoto Semarang tentang isu lingkungan dan perkotaan, di Vatikan Dewi tertarik mempelajari lebih jauh tentang dialog lintas agama.

Selama kurang lebih 6 bulan, sejak februari lalu, dirinya belajar tentang berbagai hal terkait studi lintas agama.

“Beasiswa itu fokus untuk dialog lintas agama, tetapi kita diberi keleluasan untuk mengambil mata kuliah tersendiri. Saya memilih mata kuliah seperti sejarah agama-agama besar dunia, Theology in Constras –  yang memperlajari perbedaan pandangan melihat satu peristiwa dari agama yang beda, misalnya soal turunnya wahyu yang dikaji dari sudat pandang Islam dan Kristen,” ujarnya.

Ia menambahkan hal tersebut menarik baginya sebab banyak hal baru yang dirinya pelajari. Karena difasilitasi oleh pemberi beasiswa dan di sana merupakan pusat katolik di dunia yang membuat dirinya tertarik mengambil mata kuliah yang berkaitan dengan ke-Katholikan.

Dirinya juga ingin mengetahui persis pandangan mereka sehingga dapat menepis kecurigaan yang sering ada di masing-masing kalangan.

Kondisi di Indonesia yang beberapa saat terakhir, mempicu ketertarikan dewi untuk mempelajari studi lintas agama.

Ia pun dinilai benar-benar mewakili dialog lintas agama yang ditekuninya sejak bergabung bersama jaringan Gusdurian dan kelompok persaudaraan lintas agama beberapa tahun terakhir.

“saya mengikuti jaringan Gusdurian dan persaudaran lintas agama karena saya melihat Indonesia yang tadinya beragam, akhir-akhir ini sedikit berubah. Ada pihak yang selalu merasa dirinya paling benar. Nah saya jadi tertarik ingin membangun jembatan,”

5.Menghadapi tuduhan

Perihal tudihan netizen atau pengguna media social, Dewi menyadari bahwa tidak semua orang dapat memahami hal tersebut.  Ia pun tidak menanggapi tuduhan tersebut secara serius.

“Memang ada orang-orang yang curiga, lalu menuduh dan menilai saya sudah dikristenisasi. Ada juga yang mengkritisi karena saya salaman dengan yang bukan muhrim,” ujarnya sebagaimana dikutip dari tribunnews.com.

Dirinya menambahkan bahwa pertemanan saya dengan orang Kristen atau agama apapun, tidak akan menggoyahkan keimanannya kepada islam.

Menurut Dewi, dengan menunjukkan hal itu jauh lebih efektif disbanding saya berusaha menjelaskan Panjang lebar dan akhirnya berujung jadi perselisihan. Dengan demikian kita bisa menunjukkan bahwa perbedaan iman bukan sekat untuk menjalin persaudaraan, justru itu bisa menjadi pemersatu dalam membangun energi bangsa.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Di Bawah LP Maarif NU, Madrasah di Jateng Bebas Terorisme

Previous article

Indonesia Juara Dua di PES League World Finals 2019

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.