fbpx
Nasional

Bertemu Menlu AS, Yaqut: Islam Agama Kasih Sayang

JAKARTA, energibangsa.id— Belum lama ini, dunia dihebohkan dengan pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang disebut berisi penghinaan terhadap Islam, menyudutkan umat Islam, dan Nabi Muhammad SAW.

Akibat pernyataannya yang kontroversi, sejumlah negara melakukan boikot terhadap produk-produk yang diproduksi dari Prancis.

Untuk mencegah adanya kejadian serupa, Gerakan Pemuda (GP) Ansor melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo.

Dalam pertemuan yang bertema ‘Nurturing The Share Civilization Aspirations of Islam Rahmatan Li Al-‘amin The Republic of Indonesia and The United Stated of America’, Ketua PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengungkap Islam sebagai agama yang penuh kasih sayang dan tidak identik dengan teror.

Yaqut berpendapat jika Islam itu rahmatan lil alamin. Begitu pula dengan ideologi Pancasila yang sangat mengharga  perbedaan. Langkah itu disebut sejalan dengan komisi yang dibentuk Mike Pompeo terkait Hak Asasi Manusia yang Tidak Bisa Dicabut (Unalienable Rights).

“Melalui pertemuan ini, GP Ansor meluruskan citra Islam, terutama di mata Barat. Bahwa Islam tidak identik dengan kekerasan dan teror. Karena Islam merupakan agama yang penuh rahmah, penuh kasih sayang, yang di Indonesia dikenal dengan Islam yang rahmatan lil alamin,” Tutur Yaqut, Kamis (29/10).

Yaqut juga hendak memperlihatkan jika Islam yang didakwahkan oleh ulama di Indonesia sebagai “Islam yang moderat”. Islam yang tak seperti ditemui di dunia Barat. Apalagi seperti kejadian yang tengah jadi sorotan beberapa hari terakhir di Prancis.

Deklarasi Humanitarian Islam

Ia menambahkan, pertemuan tersebut juga sekaligus menyamakan cara pandang antara Indonesia dan AS.

Pertemuan dengan Pompeo ini bermula dari deklarasi Humanitarian Islam yang dilakukan Ansor dua tahun lalu di Jombang, yakni bagaimana menerjemahkan Islam untuk kemanusiaan dan Islam yang menghargai perbedaan.

Dalam pertemuan itu, Mike Pompeo juga mengatakan jika  Indonesia bisa menjadi negara maju. Menurutnya, Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia bisa berdampingan dengan agama lain.

“Saya percaya Indonesia bisa maju. Tidak ada alasan Islam tidak bisa berdampingan dengan agama lain,” jelas Pompeo. (Tata/EB)

Related Articles

Back to top button