fbpx
Kabar Daerah

Berkali-kali Boyolali Raih Skor Tertinggi Pencegahan Anti Korupsi, Ini Resepnya!

SOLO, energibangsa.id—Wakil Ketua KPK RI, Alexander Marwata dalam acara Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi pada Pemerintah Daerah (Pemda) di wilayah Karesidenan Surakarta menyebut Boyolali telah menerapkan tata kelola yang baik.

Menurutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Pemerintah Kabupaten Boyolali telah menerapkan tata kelola yang baik dalam pemerintahan terkait gratifikasi.

Hal itu dapat dilihat dari indikator pencapaian Monitoring Center of Prevention (MCP) yang diraih Pemkab Boyolali.

Acara itu digelar di Kantor Walikota Surakarta, Selasa (23/3/2021), dan dihadiri para kepala daerah di wilayah Solo Raya.

Selalu raih 10 besar

“Boyolali itu sudah dua atau tiga tahun terakhir selalu dapat penghargaan capaian MCP tadi tinggi, “ katanya.

“Biasanya kita berikan pada Hari Anti Korupsi Sedunia kita berikan kepada daerah yang capaian MCP tertinggi. Dan Boyolali selama dua atau tiga tahun terakhir selalu menduduki ranking 10 besar,” ungkapnya.

Pada 2018, Kabupaten Boyolali meraih skor MCP sejumlah 92 persen, pada 2019 mampu meraih 97 persen, dan pada 2020 berhasil meraih 92,42 persen.

Dari hasil tersebut, Inspektorat Kabupaten Boyolali terbukti mampu melakukan tugas dengan baik, sehingga penyimpangan dapat diatasi secara cepat dari awal.

“Penyimpangan itu bisa diketahui lebih awal, lebih dini, sehingga bisa dilakukan perbaikan. Ada kerugian bisa dipulihkan lewat mekanisme internal sebelum kemudian tercium oleh aparat penegak hukum atau oleh masyarakat,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, pihaknya berharap kabupaten/ kota lainnya dapat belajar dari raihan yang dicapai oleh Kota Susu tersebut.

Ajak daerah lain

Bupati Boyolali, Said Hidayat mempersilakan kabupaten/ kota lain untuk belajar bersama, agar mampu meraih MCP tiga kali berturut turut.

“Boyolali membuka pintu, silahkan hadir di Boyolali. Kami siap menerima kapanpun kita berbicara, kita sharing apa yang sudah kami lakukan, kita siap berbagi untuk kabupaten yang lain,” kata Said.

Untuk itu, KPK selalu mendorong tata kelola yang baik pada Pemda.

Terdapat beberapa area intervensi yang menjadi aksi pencegahan korupsi di Pemda.

Di antaranya perencanaan dan penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), serta peningkatan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

(*)

Related Articles

Back to top button