Uma Hapsari, Founder brand sepatu Amazara (Foto: instagram.com/umahapsari)
Uma Hapsari, Founder brand sepatu Amazara (Foto: instagram.com/umahapsari)
BusinessLife

Berkaca dari Brand Amazara, Bagaimana Perceraian Bisa Berpengaruh Pada Bisnis Anda?

1

ENERGIBANGSA.ID – Amazara, sebuah brand sepatu lokal asal Jogja akan segera gulung tikar pada bulan depan. Hal tersebut disampaikan oleh pendiri Amazara, Uma Hapsari melalui postingan di akun Instagramnya.

View this post on Instagram

As much as I love to hear success story, here is a chapter of my life where I learn and grow more from failures than from success. . Bulan depan, @amazara.id, usaha yang saya mulai sendirian pada November 2015 harus berakhir. Setelah growing significantly sampai akhir 2018, tahun 2019 bisnis yang tadinya super profitable mendadak jadi terus merugi seiring dengan biaya operasional yang terlanjur besar namun tidak diimbangi dengan performa saya sebagai leader. My divorce took so much energy that throughout this year I couldn't even perform well at my job, bahkan datang ke kantor pun tak sanggup. Yang punya usaha pasti mengerti, bahwa berani menjadi pemimpin artinya juga harus berani take the blame and full responsibilities for everything. Terutama terhadap puluhan karyawan yang harus kami PHK karena nggak kuat bayar gaji lagi… . Melalui post ini, saya juga ingin menawarkan kalau kamu, atau kenalan kamu, berminat buat beli semua sisa inventory sepatu Amazara (semua ya, buat yang beli sedikit2 mohon maaf nggak bisa). Bisa dijual lagi, atau diapain aja juga boleh. Boleh nawar di bawah harga pokok produksi, dan supaya fair we will sell to the highest bidder. Yang berminat please send email to uma@amazara.co.id and I will send more detail. Uangnya bakal 100% dipake buat nutup hutang modal kerja PT Amazara di bank, yang akan jatuh tempo bulan depan juga. ….. I did my best already, dan kalau pada kenyataannya my best was not enough.. nggak apa-apa. Saya belajar, it's ok not to be ok. Dan dengan sisa2 tenaga I will still give my best effort to the company, untuk memastikan hutang kami bisa full lunas. . How could failing can get more epic than this, right?🤷🏻‍♀️ Jatuh ketika kita diatas itu, sakit. But as my therapist said.. Take the time to process every emotion, karena rasa sedih itu bukan emosi yang buruk. But never forget to be brave and face the truth, pasrah dan ikhlas meskipun kita bisa menemukan banyak alasan untuk menutup-nutupi hal yang tidak kita inginkan. Rencana Tuhan siapa yang tau? 😊

A post shared by Uma Hapsari (@umahapsari) on

Uma, begitu biasa disapa, mengaku usaha yang telah ia rintis sejak November 2015 itu telah mendulang sukses besar hingga akhir tahun 2018. Namun semenjak ia mengalami perceraian dalam bahtera pernikahan, bisnis yang memakai nama anaknya itu mulai kalang kabut.

My divorce took so much energy that throughout this year I couldn’t even perform well at my job (Perceraian saya menguras banyak energi sehingga sepanjang tahun ini saya tidak bisa menunjukkan kinerja yang bagus pada pekerjaan saya). Bahkan datang ke kantor pun tak sanggup.” tulis Uma pada caption postingannya.

Sedih, bisnis yang menyediakan ragam jenis sepatu wanita seperti heels, sneakers dan flat shoes ini harus terhenti. Uma menyadari bahwa sebagai seorang pemimpin dan pemilik usaha ia harus siap disalahkan dan bertanggungjawab penuh atas segala yang terjadi.

Jika ditinjau dari sisi psikologis, bagaimana sebuah perceraian dapat berpengaruh pada bisnis yang sedang dijalani?

Perihal keterkaitan hubungan percintaan dengan urusan pekerjaan pernah diteliti oleh Family Justice Organisastion. Berdasarkan survei tersebut, sekitar sembilan persen pekerja mengaku meninggalkan pekerjaan yang dijalani karena rusaknya hubungan mereka dengan pasangan.

“Apa yang terjadi di luar tempat kerja terkadang menghasilkan efek yang mendalam pada kegiatan di tempat kerja,” kata Jo Edward, kepala Family Justice Organisation dikutip Energi Bangsa dari Liputan6.

Sama halnya dengan survei tersebut, studi dari The Guardian juga menunjukkan hal yang serupa. 15 persen dari total responden yang diteliti menunjukkan produktivitas yang semakin menurun akibat pertengkaran atau perpisahan dengan pasangan.

Dalam studi itu pula perempuan lebih cenderung mengabaikan aktivitas keseharian dan mencoba mengalihkan ke hal-hal yang dianggap dapat mengobati luka hati mereka.

Berdasarkan data yang dikutip Energi Bangsa dari laman website Mahkamah Agung, tercatat ada 419.268 pasangan yang bercerai sepanjang tahun 2018. Dari jumlah tersebut, permohonan cerai lebih banyak diajukan oleh pihak perempuan dengan total 307.778 orang.

Tak hanya dominan dalam inisiatif pengajuan cerai, ternyata efek dari perceraian pun lebih banyak dirasakan oleh para perempuan, salah satunya pada aspek psikologis.

Dr. Constance Ahrons, Ph.D, seorang mediator, penasehat perceraian, sekaligus penulis buku “The Good Divorce” mengatakan bahwa wanita akan mengalami pukulan yang berat usai perceraian. Contohya seperti kekhawatiran di lain sisi yang menyakitkan khususnya jika ia telah memutuskan berhenti bekerja karena menikah dan mengurus anak-anak.

Tak hanya perasaan khawatir dan cemas, perempuan akan mengalami tingkat stres dan tekanan psikologis yang lebih tinggi ketimbang pria pasca perceraian. Pikiran stres inilah yang membuat para perempuan dapat dihantui rasa bersalah hingga kehilangan fokus. Salah satunya dalam ranah pekerjaan.

Namun fakta yang diperoleh dari The Guardian menunjukkan bahwa perempuan akan lebih bahagia dalam menjalani hidup usai perceraian. Kaum hawa umumnya mampu melewati dan melupakan duka akibat perceraian selama kurang lebih dua tahun.

Sobat Energi, ketika badai menghantam romansa pernikahan, coba pikirkan dan pertimbangkan dengan matang solusi yang tepat untuk masalah tersebut. Jika memungkinkan, hindarilah perceraian. Namun jika perceraian ternyata adalah langkah satu-satunya, semoga ada cahaya terang selepas duka itu.

Mengutip pernyataan Uma dalam Instagramnya, “It’s okay not to be okay“. Namun jangan terlalu lama berlarut dalam kesedihan, sebab hidup harus terus berjalan sehingga kita harus tetap produktif.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Pindah Ibukota, Ini Daftar Infrastruktur yang Akan Dibangun

Previous article

Resmi Miliki KTA NU, Selamat Datang Gus Deddy

Next article

You may also like

1 Comment

  1. […] [Baca juga: Berkaca dari Brand Amazara, Bagaimana Perceraian Bisa Berpengaruh Pada Bisnis Anda?] […]

Comments are closed.

More in Business