Berjasa Memajukan Toleransi, Romo Magnis Dukung NU dan Muhammadiyah Terima Nobel Perdamaian (Foto: dutaislam.com)
Berjasa Memajukan Toleransi, Romo Magnis Dukung NU dan Muhammadiyah Terima Nobel Perdamaian (Foto: dutaislam.com)
Kabar IndonesiaReligius

Berjasa Memajukan Toleransi, Romo Magnis Dukung NU dan Muhammadiyah Terima Nobel Perdamaian

0

ENERGIBANGSA.ID – Pastor dari Ordo Katolik Serikat Yesus Franz Magnis Suseno mengungkapkan pendapatnya tentang dua organisasi islam di Indonesia. Romo Magnis, begitu beliau biasa disapa mengatakan bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki andil yang besar dalam merekatkan bangsa Indonesia yang sangat majemuk, bahkan sebelum masa kemerdekaan.

“Saya sudah sejak lama sangat mengenal kedua organisasi ini. Kita tahu, Indonesia telah lama punya sejarah gerakan radikal. Seperti gerakan DI-TII tahun 1950-1966 yang mengancam wilayah Jawa Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan,” ujar Romo Magnis dalam dalam seminar yang dihadiri cendekiawan dan tokoh pemikir dari berbagai kalangan di Oslo, Norwegia, Kamis (20/06/2019) dikutip energibangsa.id dari detik.com

Kiprah NU dan Muhammadiyah ternyata tidak hanya dirasakan oleh mayoritas kelompok muslim namun juga oleh minoritas non-muslim. Romo Magnis menyatakan ada tiga prinsip fundamental dari NU dan Muhammadiyah dalam memajukan toleransi.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan tiga prinsip toleransi tersebut antara lain menjunjung tinggi keberagaman, kebebasan beragama, serta keterbukaan demokrasi dan menolak diskriminasi dan intoleransi.

“Intinya, sebagai pendeta Katolik dan bagian dari kelompok minoritas saya mengakui NU dan Muhammadiyah meskipun jadi mayoritas tidak pernah menjadi ancaman bagi kami kelompok minoritas. Sebaliknya, kehadiran kedua organisasi ini di tengah masyarakat Indonesia memberikan rasa aman dan jaminan bahwa nilai-nilai pluralisme dan toleransi akan tetap terjaga dan tumbuh di Indonesia,” tutur Romo Magnis.

Seminar tersebut digagas oleh Peace Research Institute Oslo (PRIO) dan KBRI Oslo dengan tujuan untuk mengenalkan warga Oslo tentang NU dan Muhammadiyah serta perannya dalam menangkal radikalisme di Indonesia. Sebelumnya, pada Januari 2019 lalu dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini telah dinominasikan sebagai penerima penghargaan Nobel Perdamaian.

Dari kiprah NU dan Muhammadiyah ini kita dapat memetik pelajaran untuk terus menyebarkan semangat, dan mengarahkan energi bangsa untuk kerukunan dan perdamaian di Indonesia.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Gus Miftah, Guru Spiritual Deddy Corbuzier yang Berdakwah di Diskotek

Previous article

Kreshna Aditya Zulkarnaen, Ilustrator Muda Indonesia Yang Berjaya di Kancah Dunia

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.