fbpx
Ekonomi & BisnisKabar DaerahKabar Indonesia

Berganti Wajah, Image Lokalisasi JBL Jadi Daya Tarik Pantura Sebagai Kawasan Kuliner dan Homestay

ENERGIBANGSA.ID – Lokalisasi tertua di perbatasan Semarang-Kendal, Gambilangu (GBL) atau yang sudah populer dengan sebutan JBL resmi ditutup. Penutupan ini kolaborasi Pemkot Semarang dengan Pemkab Kendal yang akan membangun kawasan tersebut menjadi daya tarik baru.

Gambilangu atau GBL merupakan tempat lokalisasi terakhir di Jawa yang akan ditutup oleh pemerintah. Sobat Energi sudah pasti tidak asing lagi dengan GBL atau JBL yang berada di perbatasan Semarang – Kendal itu.

Setelah Sunan Kuning yang ada di Kota Semarang, kini kedua kepala daerah tersebut akan merubah wajah yang terkenal dengan image buruk prostitusi menjadi sebuah kawasan kuliner dan home stay.

“Misal jadi kawasan kuliner, home stay tanpa prostitusi. Yang jelas, harus dikaji dahulu” kata Mirna di sela acara seremonial penutupan JBL di Terminal Mangkang, Semarang. Melansir dari detik.com Selasa (19/11/2019)

Sebelumnya, Gambilangu menjadi tempat loklisasi ke-162 yang ditutup di Indonesia. Dirjen Rehabilitasi Sosial, Tunasusila, dan Korban Perdagangan Orang Kemensos Waskita Budi Kusumo mengungkapkan pemerintah menargetkan akan menutup 169 lokalisasi di Indonesia.

Ia menjelaskan, dengan ditutupnya JBL, penutupan lokalisasi di Jawa sudah rampung. Pekan depan ia akan melanjutkan penutupan lokalisasi di Ambon.

“Jawa sudah selesai. Masih ada di Sumatera Utara, Bangka Belitung, Bengkulu, Palangka Raya, Timika Papua, dan Ambon. Kami dari Kemensos beri bantuan Rp 1,3 miliar terutama untuk para penerima manfaat. Ada 126 orang yang di wilayah Semarang, dan di Kendal 100 orang.” tambah Waskita.

Lokasi Gambilangu yang terletak sangat strategis dekat dengan keramian pantura seperti Taman Margasatwa dan Kaliwungu yang merupakan tempat ekonomi khusus, sehingga dapat membangun JBL sebagai tempat yang produktif dan memberikan penghidupan bagi masyarakat yang terdampak.

Bagaimana menurut Sobat Energi apakah kolaborasi dua kepala daerah ini untuk merubah lokalisasi JBL sudah ditunggu-tunggu? Semoga pemberdayaan kawasan ini dapat dimanfaatkan dengan tepat dan membangun citra baik pada kawasan itu sendiri.

Related Articles

Back to top button