fbpx
Kesehatan

Berbaring Setelah Makan Berbahaya, Benarkah?

ENERGIBANGSA.ID – Pasti kalian sering mendengar ucapan bahwa berbaring setelah makan akan membuat usus terlilit ataupun perut buncit. Ungkapan tersebut rupannya memiliki alasan.

Berbaring ketika perut dalam kondisi ‘begah’ mungkin membuat kamu merasa nyaman, tapi aktivitas ini tidak baik bagi tubuh.

Ada sejumlah bahaya yang mengintai jika kamu meneruskan kebiasaan ini.

Melansir dari Very Well Health, baik konsumsi makanan ringan atau makan malam saat sudah larut malam harus memperhatikan jeda waktu antara jam makan dengan jam tidur.

Paling tidak, Anda memberikan jeda 2-3 jam setelah makan, baru pergi tidur.

Perut begah setelah makan terkadang mendorong hasrat untuk berbaring atau rebahan sejenak.

Saran ini bukan tanpa alasan. Makanan perlu dicerna di lambung lalu berpindah ke usus halus. Jika tidak ada jeda, ada bahaya berbaring setelah makan yang patut Anda waspadai.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut bahaya berbaring setelah makan.

1.Susah tidur

Dikutip dari Mayo Clinic, berbaring setelah makan justru akan membuat kamu susah tidur. Apalagi jika yang dikonsumsi makanan berlemak.

Daripada menjemput bahaya tidur setelah makan, lebih baik kamu menghindari makanan dengan porsi besar dan tinggi lemak.

Selain itu, hindari kafein dan alkohol karena keduanya bisa menginterupsi tidur. Alkohol memang membuat kamu cepat tertidur tetapi bakal kerap terbangun dan tidak nyenyak.

2.Mimpi buruk

Jika tadi kamu bisa jadi susah tidur setelah makan, maka ketika kamu bisa terlelap kamu memiliki peluang mengalami mimpi buruk.

Rupanya mimpi buruk bisa timbul karena kamu buru-buru tidur setelah makan.

Mengutip dari laman Sleep, makan sebelum tidur bisa meningkatkan metabolisme.

Akibatnya, otak jadi lebih aktif dan berisiko menimbulkan mimpi buruk. Kenali waktu makan dan waktu tidur Anda.

Jika terus terjadi mimpi buruk, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan apapun sebelum tidur atau hindari makanan berat dan porsi besar.

3.Penyakit asam lambung (GERD)

Posisi berbaring bisa membuat makanan yang dicerna di perut bisa naik. Tak hanya makanan tapi juga asam lambung yang akan naik.

Dilansir Livestrong, biasanya kondisi ini disebut GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau refluks asam.

GERD bakal menimbulkan heartburn atau sensasi seperti terbakar di tengah dada dan di tulang belakang. Saat pencernaan bermasalah, tentu ini bakal mengganggu tidur.

4.Kenaikan berat badan

“Makan kenyang tepat sebelum tidur bisa berbahaya, karena bisa mengakibatkan heartburn, kenaikan berat badan dan bisa mengganggu tidur,” ujar ahli gizi Amy Saphiro, dikutip dari Who What Wear.

Saphiro memberikan catatan soal apa yang sebaiknya kamu makan dan tentang waktu makan. Jika kamu makan berat sebelum tidur, ini bisa menaikkan berat badan dan mempengaruhi kesehatan jantung.

Sebaiknya pilih makanan dengan porsi kecil, makanan rendah kalori sehingga gula darah stabil. Dia pun menyarankan untuk mengonsumsi protein, buah segar, sayuran, segenggam kacang atau sajian biji-bijian utuh.

5.Stroke

Stroke bisa jadi bahaya berbaring setelah makan yang bisa mengintai kamu. Menurut sebuah studi yang diinisiasi University of Ioannina Medical School, Yunani menemukan tidur setelah makan bisa meningkatkan risiko stroke.

Dikutip dari laman Sleep, orang-orang yang memberikan jeda lama untuk tidur setelah makan cenderung tidak terkena stroke.

Kendati demikian, studi ini masih menyisakan catatan keterbatasan. Dari 500 partisipan, setengahnya memiliki riwayat keluarga dengan stroke. So, masih mau tetap berbaring setelah makan? (ara/ EB)

Related Articles

Back to top button