esport game gamers kursus game
LifeTech

Berbahagialah, Gamers Atlet eSport Memiliki Prospek Cerah di Masa Depan

0

ENERGIBANGSA.ID – Selama ini banyak sekali yang meremehkan para gamers online, karena dipandang tidak memiliki kehidupan sosial, no life atau nolep, maka para gamers dianggap tidak punya masa depan.

Padahal menurut Shinta Dhanuwardoyo, pendiri PT Bubu Kreasi Perdana, eSport memiliki potensi besar, termasuk juga untuk sarana marketing.

“Aku lihat banyak brand nggak ngerti eSport apa, padahal kalau di luar negeri banyak perusahaan (yang) bikin tim eSport (adalah) perusahaan besar,” ujarnya sebagaimana dikutip detikcom.

“Kita juga lihat ini tren yang disukai anak muda, which is main game, tapi kamu juga nggak mau ini menjadi useless thing jadi mungkin eSport ini channel baru yang kita bisa angkat, yang disukai milenial tapi juga menghasilkan prestasi,” lanjutnya.

Shinta pun menyorot bagaimana atlet eSport berlatih layaknya atlet sebagaimana umumnya. Mereka memerlukan ahli psikologi, dokter, pola makan yang diatur serta waktu istirahat yang disiplin. Ada aturan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang atlet eSport Profesional.

“Saya lihat nih banyak sekali anak esport, anak-anak yang pintar karena mereka harus fokus dan punya strategi. Kalau kita nggak pinter, pasti kita nggak jago main e-sport. Jadi sisi-sisi seperti itu yang harus diangkat daripada anak-anak ini dia enjoying game tapi tidak menghasilkan apa-apa,” tuturnya.

“Di dunia ini telah menjadi tren dan mereka menganggap ini sport, di Indonesia kita lihat kan talenta eSport-nya banyak sekali,” imbuh Shinta.

Meski begitu Shinta menyadari bahwa meski di Indonesia eSport sendiri sudah cukup berkembang, akan tetapi belum dilakukan edukasi lebih lanjut untuk mengenalnya lebih dalam.

Dunia Pendidikan dan eSport

Melihat peluang ini, Universitas Dian Nuswantoro, UDINUS Semarang pun memasukkan program eSport dalam mata kuliah khusus di salah satu jurusannya.

Dilansir dari situs idntimes, tahun lalu Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang berkerja sama dengan IeSPA Jateng membuka program eSport untuk calon mahasiswa pada tahun ajaran 2018/2019.

Program tesebut bernama program Esport Udinus. Hal itu juga disampaikan oleh Pulung Nurtantio Andono, selaku Wakil Rektor IV Bidang Penelitian & Kerjasama dengan membuat Memorandum of Referendum (Mou) bersama Indonesia e-Sport Association (IeSPA) pada tanggal 23 maret 2018 di Gedung Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.

Rino Abdul, salah seorang atlet eSport profesional asal Semarang, menyebut bahwa penting sekali orang awam berfikiran positif mengenai profesi gamers profesional.

“Banyak kalau orang bilang eSport itu gak guna, main game itu gak penting, itu karena mereka nggak tahu apa yang dimaksud eSport,” ujarnya.

Abdul menjelaskan, bahwa di luar negeri itu atlet eSport beserta timnya memiliki sponsor, memiliki dokter, psikolog khusus, karena memang tujuannya untuk memenangkan pertandingan dan membawa nama baik sponsornya.

Kursus Gamers

Berdasarkan data dari KompasTekno dari situs eSports internasioal newzoo.com, Indonesia memiliki 43,7 juta pemain game yang menghabiskan 880 juta dollar AS (sekitar Rp 11 miliar) untuk bermain game.

Total ini membuat Indonesa menduduki peringkat ke-16 negara dengan pendapatan dari game terbesar di dunia. Sebesar 56 persen di antaranya merupakan gamer laki-laki yang menggunakan PC/laptop, dengan rentang usia 10-50 tahun. Sementara 44 persen sisanya adalah gamer perempuan dengan usia 10-50 tahun.

Atlet eSports Indonesia terhimpun dalam IeSPA (Indonesia eSports Association) yang saat ini masih menginduk pada organisasi FORMI (Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia). IeSPA bertekad mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berprestasi dan disegani dalam bidang eSports di mata internasional.

Rino Abdul juga menyoroti potensi bisnis dan perputaran nilai ekonomi yang ada karena gamers, di antaranya jual beli skin, senjata virtual, jasa joki game, dan kursus training atau pelatihan game online.

“banyak sekali potensinya, jika tidak memiliki potensi, buat apa game dikembangkan? dan kompetisi selalu diadakan? apalagi di level internasional seperti Asian Games juga ada kompetisi game online kan ya, semacam PES, DOTA, dan masih banyak lagi,” terangnya.

Jadi sobat energi, tidak perlu risau dan khawatir jika teman, saudara, atau kerabat kita kecanduan game, karena mereka sedang membentuk jati diri mereka, asalkan mereka tetap bermain sesuai porsinya.

Jika ingin memperdalam skill dalam dunia eSport, sobat energi bisa menghubungi tim training eSport di sini dan akan diajari oleh mentor berpengalaman yang telah menjuara berbagai kejuaraan eSport.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Mehamami Korupsi di BTN Gresik – Semarang

Previous article

Ingin Belajar Fiqih Islam dari Dasar? Ikuti Kajian Agama Secara Privat Ini

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Life