fbpx
Essai

Benarkah Orang yang Lahir Pahing Cenderung Gampang Menangis?

ENERGIBANGSA.ID – “Orang lahir Pahing cenderung mudah haru dan mudah untuk tergugah emosinya,” ujar ayahku. Ya, kalimat itu diucapkan oleh Bapak ku dalam konteks bahwa orang tersebut mudah meneteskan airmata jika melihat atau mendengar suatu kisah sedih ato mengharukan.

Secara aku pahing tentu saja aku hanya diam dan tersenyum memendam perasaan, orang jawa gitu lho. Benarkah orang Pahing gampang tersulut emosinya? Bukankah yang dibilang “emosinya” sehingga harusnya bukan cuma yang mengharukan tapi juga yang membikin marah?

Melihat sifatku pribadi secara jujur aku mengakui hal itu. Melihat Nanny 911, Three Whises, Oprah, ato Ghost Whisperer aku cenderung untuk mbrambang.

Bukan hanya film yang mellow tapi juga yang menyenangkan semacam MTV Pimp My Ride, aku cenderung gampang ikut senang, dan mungkin juga karena bagiku sebuah kemarahan hanya perwujudan tidak bisa mengendalikan emosi, maka aku cenderung untuk menghindari menjadi gampang marah.

Pahing Adalah ?

Oops lupa. Pahing ato Paing merupakan suatu bagian dari sistem penanggalan Jawa. Pahing merupakan bagian dari hari (dina) pasaran (Pancawara) yang meliputi 5 hari pasaran yaitu Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage.

Masing-masing bisa dirinci lagi berdasarkan warna yaitu Kliwon : warna hijau, Legi : putih, Pahing : merah, Pon : kuning, dan Wage : hitam.

Berdasarkan sifatnya, Kliwon ditafsirkan memiliki sifat alam seperti batu, Legi : api, Pahing : air, Pon : kayu dan Wage : angin.

Selain hari pasaran tadi masih ada lagi Sadwara – Paringkelan yaitu perhitungan hari dengan siklus 6 harian, Saptawara – Padinan : perhitungan hari dengan siklus 7 harian, Hastawara – Padewan : perhitungan hari dengan siklus 8 harian, Sangawara – Padangon : perhitungan hari dengan siklus 9 harian, Wuku : perhitungan hari dengan siklus mingguan dari 30 wuku.

Sasi Jawa : ada 12, Tahun Jawa : ada 8, Windu : umurnya 8 tahun, Lambang : umurnya 8 tahun, Kurup : umurnya 15 windu atau 120 tahun, dan Mangsa : jumlahnya 12. Keseluruhan inilah yang disebut sistim Penanggalan Jawa ato Penanggalan Jawa Candrasangkala. hehe.. Ribet ya ..  

Tidak hanya itu, masing-masing memiliki pengaruh pada kehidupan manusia yang terlahir saat itu. Ya mirip lah dengan Zodiak Yunani ato Hosroskop China.

Kalo pengen tau sifat dasar karakter masing-masing penanggalan itu ada beberapa macam buku yang bisa dibaca seperti Primbon Betaljemur Adammakna, Lukmanakim Adammakna, dan Bektijamal. Dan jangan minjam aku ya karena aku juga gak punya, Bapakku tuh yang masih punya.

Primbon merupakan “buku sakti” karena memuat berbagai penafsiran oleh para leluhur dari suatu kejadian. Bagi orang jawa pada khusus nya, primbon tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.

Meski agama telah mengambil sebagian besar kepercayaan tersebut tetapi terkadang dengan alasan tertentu primbon masih tetap disimpan dan dibuka jika ada suatu kejadian penting seperti gempa bumi, mimpi buruk/baik, tanggal pernikahan, dan sebagainya.

Uniknya dalam buku-buku primbon tersebut selalu di tegaskan bahwa seluruh isi merupakan sebuah penafsiran dan pengamatan tetapi kepada Tuhan lah semuanya itu berpulang.

Menurut kepercayaan Jawa, arti dari suatu peristiwa (dan karakter dari seseorang yang lahir dalam hari tertentu) dapat ditentukan dengan menelaahnya menurut berbagai macam perhitungan penanggalan jawa.

Related Articles

Back to top button