Essai

Belajar dari Gol D Roger Tentang Titik Pencapaian Manusia

ENERGIBANGSA.ID – Siapa yang tak tahu Gol D Roger?

Gol D roger adalah sang raja bajak laut dari universe anime “ONE PIECE”.

Satu-satunya bajak laut bersama crew–nya yang sampai pada pulau terakhir di Grand Line dan pulau tersebut dinamakan “Laugh Tale”.

Singkat cerita karena suatu hal Raja bajak laut ini menyerahkan diri ke angkatan laut hingga akhirnya dieksekusi oleh angkatan laut.

Sebelum kematian dari Gol D Roger, ia menyampaikan bahwa sang raja bajak laut meninggalkan semua harta karunnya yang bernama “One piece” di pulau terakhir wilayah Grand Line.

Dengan tenang ia berakhir di dunia lain. Sejak saat ini munculah era bajak laut hingga banyak yang ingin menuju Grand Line untuk menemukan “One Piece” termasuk Kru Topi Jeraminya Monkey D Luffy.

Gol D Roger memiliki semua kebanggaan dari seluruh bajak laut di dunia, memiliki seluruh kehormatan dari pangkat tertinggi bajak laut dan memiliki harta yang begitu istimewa hingga akhirnya ia tinggalkan di Grand Line.

Gol D Roger telah mencurahkan segala hidupnya untuk meraih semua hal tersebut hingga akhirnya ia berakhir dengan meninggalkan segalanya.

Foto : Greenscene

Seperti halnya Gol D Roger, kita sejak sekolah bahkan sejak dini sudah diajarkan tentang pencapaian manusia saat hidup.

Dari usia 22 tahun harus lulus kuliah, usia 30 tahun harus punya mobil, hingga ajaran tentang usia 40 tahun harus sudah punya harta 2 miliar (Waaah muraaah bgt wkwkw).

Kita seringkali mendapatkan ajaran-ajaran “Harus punya semuanya di usia 30”, “Pokoknya law of attraction“, “Pokoknya aku harus lebih kaya dari si Bagas”.

Kita jadi seringkali menghalakkan segala untuk meraih hal tersebut sampai-sampai dengan cara yang kotor pula.

Akhirnya semua itu akan kita tinggalkan saat kita tiada.

Tak hanya kita tinggalkan saat kita tiada, namun apa yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan kelak di akhirat nanti.
Dari pencapaian kita, dari perbuatan dan semuanya.

Bila dalam pencapaian mungkin kita ga semulus orang lain, bisa saja Tuhan memberikan pahala atau keberkahan yang lebih.

Atau jika kita punya pencapaian yang mudah, mungkin saja itu ujian bagi kita sendiri.

Tentunya semua yang kita capai saat ini akan kita tinggalkan dan kelak semuanya akan kita pertanggungjawabkan.

Dari jabatan yang tinggi, perbuatan kita, hingga bagaimana kita mencari hidup. Semua akan dipertanggungjawabkan.

Oleh : Ary Senpai
(Graphic Designer, Penggiat Pendidikan, Penulis Buku Sekolah Membunuhmu & Koordinator Lazis Baiturrahman Wilayah Grobogan)

Related Articles

Back to top button