fbpx
Gaya Hidup

Begini Tips Perkuat Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Dalam diskusi yang digelar Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIND) DKI Jakarta minggu lalu, problematik ketahanan keluarga menjadi salah satu bahasan. Dijelaskan Dr. Hj. Khasanah, M.Pd, Ketua Umum ALPPIND DKI Jakarta, menguatkan ketahanan keluarga penting di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Salah satu pembicara sekaligus pembina Yayasan Da’rul Qur’an Mulia, Dr. Aan Rohana, mengamini hal serupa. Ia menyebut keluarga adalah harta yang paling berharga dan menentukan masa depan.

“(Keluarga) tempat melahirkan generasi unggul yang bertakwa dan menentukan peradaban dan kemajuan bangsa dan negara,” ungkap Dr. Aan Rohana yang juga pendiri ALPPIND ini dihimpun dari detik.com (9/9).

Dalam strategi penguatan ketahanan keluarga di masa pandemi, hal dasar penting ialah keimanan yang kokoh. Dr. Aan mengatakan dengan beriman bahwa pandemi adalah takdir, maka seseorang akan rajin ibadah, memiliki hati tenang, banyak inspirasi melahirkan banyak kebaikan, bersabar dan berikhtiar maksimal untuk menjaga kesehatan.

Tak hanya dari segi psikologis keluarga, Dr. Aan Rohana juga menyebut pentingnya pola hidup sehat, bersikap qona’ah, banyak berdoa. Penting juga menjaga suasana kehangatan dalam keluarga, saling membahagiakan.

“Dan yang tak kalah pentingnya adalah dengan kemampuan mengambil mengambil hikmah dari dampak Covid 19,” katanya.

Praktisi pendidikan dan Founder Sekolah Insan Mandiri, Dr. H. Karim Santoso, M.Si mengatakan, salah satu hikmah atau kebaikan yang didapatkan dari adanya pandemi Covid-19 ini yaitu kita dapat mendekatkan diri kepada keluarga serta meningkatkan keteguhan iman kepada Allah SWT. Misalnya, dia mengilustrasikan, sebelum ada pandemi sekolah menjadi indikator penting dalam perkembangan pendidikan dan sosial anak. 

Interaksi yang dibentuk melalui pertemuan yang intens dapat membentuk karakter anak.

Namun, di tengah Covid-19 setiap anak harus melakukan sistem pembelajaran jarak jauh, yakni belajar secara Online dari rumah masing-masing. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk mampu menyesuaikan dengan kebutuhan anak.

Menurut Dr. H. Karim Santoso, di saat seperti ini orang tua harus menyediakan tempat atau ruang yang tenang serta kondusif. Orang tua sebaiknya mendapatkan SIM (Surat Izin Mengajar) dari anak-anak yang dapat didapat dengan membangun komunikasi efektif dengan anak secara intensif. Ada beberapa cara menyiapkan psikologis anak-anak di masa pembelajaran jarak jauh.

“Dekatkan diri pada Allah, bangun bank emosi pada anak dengan menabung kebaikan-kebaikan sejak kecil dan jangan lupa ‘pause’ atau jeda agar anak tak merasa tertekan saat belajar,” kata Dr. H. Karim Santoso.

Dosen Universitas Islam Assyafiiyah Jakarta, Dr. Khasanah mengatakan Pandemi COVID-19 ini seakan telah memaksa kita untuk bisa berproses lebih cepat dengan menggunakan teknologi yang ada. Pusat pembelajaran terdapat pada anak bukan lagi pada guru. “Sehingga keaktifan anak menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua,” kata dia.

Selama masa Pandemi COVID-19 yang mengharuskan anak belajar secara Online mengharuskan orang tua melakukan pendekatan lebih intensif kepada anak dalam memberikan pendidikan. Orang tua harus menjadi cerminan guru di mata anak. Iman yang kokoh, rajin ibadah, qanaah dan menjadi cermin guru di mata anak menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan keluarga di masa Pandemi COVID-19. (Sasa/EB/Wolipop).

Related Articles

Back to top button