fbpx
Kabar Daerah

Begini Respon Ketua FKPT Jateng Soal Kegiatan Teroris Muda Jamaah Islamiyah di Bandungan Semarang

SEMARANG, energibangsa.id—Baru-baru ini, Tim Densus 88 Antiteor Polri membongkar pusat latihan militer jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Desa Gintungan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dari informasi Polri, anggota JI memilih menyewa sebuah villa dua lantai yang terlihat asri dengan pohon cemara di sekitar area dan cukup sepi lokasinya.

Dari letaknya, bangunan tersebut seperti villa yang juga digunakan sebagai tempat istirahat para anggotanya.

Dari rumah itulah para anggota muda dilatih bela diri dan persenjataan hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP.

Teroris tak pernah berhenti

Terkait penangkapan anggota jaringan teroris, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, Prof Dr Syamsul Ma’arif M Ag, buka suara.

Seperti disampaikan lewat pesan elektronik, Prof Syamsul mengatakan bahwa pergerakan aksi terorisme tak pernah berhenti. Mereka menghalalkan segala cara, serta inovasi-inovasi dan strategi tersendiri.

“Ya memang pergerakan terorisme tidak pernah mengenal kata berhenti. Mereka senantiasa menghalalkan segala cara (dengan inovasi strategi dan pergerakan tentu saja)”, ujarnya.

Begini Respon Ketua FKPT Jateng Soal Kegiatan Teroris Muda Jamaah Islamiyah di Bandungan Semarang
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Prof Dr Syamsul Maarif (doc istimewa)

“Ini yang senantiasa harus menjadi perhatian kita semua. Kesiap-siagaan harus diperkuat, jangan sampai masyarakat kecolongan dan tergiur akan ajaran mereka”, pintanya.

Ajakan bagi kaum muda

“Para pemuda perlu dibentengi dan ditingkatkan imunitas kecintaan terhadap NKRI. Agar tidak terpapar ajaran-ajaran kekerasan. Sebuah ajaran yang sangat bertentangan dengan kebudayaan luhur masyarakat kita, yang arif, guyub rukun, tepo seliro, dan saling menghormati perbedaan”, jelasnya.

Prof Syamsul juga menjelaskan, letak pentingnya kontra radikalisme terhadap setiap bibit-bibit radikalis yang terkadang sengaja didesain. Dan dinarasikan untuk melemahkan persatuan dan kesatuan bahkan persaudaraan di tengah-tengah masyarakat. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button