fbpx
Ekonomi & Bisnis

Begini Rahasia Minyak Kutus Kutus Bisa Viral dan Terkenal

Energibangsa.id – Jagad emak-emak baik online maupun offline mendadak ramai dengan boomingnya MKK alias Minyak Kutus Kutus.

Ibu-ibu muda maupun ibu-ibu tua kompak mengeklaim bahwa Minyak Kutus Kutus ini adalah “P3K” alami untuk keluarga.

Bagaimana cara Minyak Kutus Kutus ini bisa viral dan terkenal? Beginilah kisah sukses Minyak Kutus Kutus yang berhasil dirangkum tim energibangsa.id dari medcom.

Bocoran ini dibeberkan pemilik PT Tamba Waras, Bambang Pranoto mengenai bisnis Minyak Kutus Kutusnya saat di acara webinar BCA Mendukung Gernas BBI 2021, Senin, 11 Januari 2021.

Dikutip dari Mojok.co, hasil penjualan Minyak Kutus Kutusternyata sangat fantastis. Dari hasil perkiraan tim mojok.co, ada sekitar Rp 115.200.000.000,- /bulan untuk omset kotor dari hasil penjualan Minyak Kutus Kutus ini.

Begini Rahasia Minyak Kutus Kutus Bisa Viral dan Terkenal

Riset Produk dan Market

Pria asal Bali itu berpendapatan bahwa, produk-produk tersebut bisa mendunia lantaran dirancang dengan detail dan sesuai kebutuhan pasar.

Menurutnya, strategi pertama menciptakan produk yang luar biasa (excellent product). Ia berkaca pada produk-produk yang kini sudah mendunia seperti Apple, Coca-cola, hingga Windows.
 
Begitu pula dengan Minyak Kutus-kutus. Saat pertama kali Bambang menciptakan Minyak Kutus-kutus sebagai obat alternatif penyakit lumpuhnya pada waktu itu, ia tak langsung memasarkan produknya. Meskipun secara khasiat, obat itu mampu menyembuhkan penyakitnya.

“Setelah produk Kutus-kutus menyembuhkan saya, saya perlu eksperimen lagi selama dua tahun untuk bisa keluar di market agar betul-betul excellent,” bebernya.

Winning Product

Pria berjenggot gondrong itu mengaku merancang produk Kutus-kutus menjadi produk yang bermutu dan artisan.

“Jadi produk yang berbau artisan inilah yang menurut saya produk yang kualitasnya bagus dan akan bertahan lama,” ungkap Bambang.
 
Jadi intinya adalah dengan menciptakan produk yang mempunyai kualitas tinggi, dengan demikian produk tersebut akan bertahan meskipun dihantam krisis sekalipun.

“Untuk itu kepada teman-teman UMKM, tolong sekarang lihat ke produk terlebih dahulu,” tuturnya.

Manajemen Keuangan

Strategi kedua, pengaturan keuangan. Terkait hal ini, Bambang kembali mengingatkan kepada para pelaku UMKM agar menggunakan kredit atau pinjaman dari lembaga jasa keuangan secara efisien. Sebab jika tidak, utang tersebut malah akan menjadi beban dan akhirnya membunuh usaha itu sendiri.
 
Soal pemanfaatan pinjaman, Bambang menciptakan teori tiga bantal, yakni untuk biaya operasional, biaya produksi, dan sisanya ditabung. Ia terus melakukan langkah tersebut hingga tabungannya membesar.

Tabungannya pun ditempatkan di perbankan, tujuannya agar bisa dijadikan agunan saat perusahaannya memerlukan pinjaman.
 
“Biarkan tabungan membesar pada titik tertentu, terus datang ke bank untuk utang dengan jaminan bukan pada agunan seperti properti dan lain-lain, tetapi utang tersebut jaminannya adalah tabungan kita. Mungkin 20 persen sampai 50 persen (tabungan) itu kita minta sebagai jaminan utang,” jelas dia.
 
Selain itu, ia menekankan, pelaku UMKM juga harus disiplin terhadap pinjaman. Bila perlu, lunasi pinjaman tersebut sebelum jatuh tempo.

Hal ini perlu dilakukan apabila usaha tersebut membutuhkan modal kembali, maka perusahaan itu bisa mengambil pinjaman baru.
 
“Jadi pengaturan keuangan itu sangat penting, kita harus tabung, karena kita tidak tahu akan terjadi apa pada dunia ini. Dengan menabung, safety. Seperti sekarang, kalau kita tidak punya tabungan dan kita hanya punya utang, sangat berbahaya,” pesan Bambang saat di acara webinar BCA Mendukung Gernas BBI 2021, Senin, 11 Januari 2021

Optimalisasi Sosial Media

Strategi ketiga, pemanfaatan media sosial. Bambang mengaku telah memanfaatkan media sosial sebagai salah satu cara teknik pemasarannya sejak produknya diluncurkan pada 2013.

Selain tak memerlukan biaya besar, pemanfaatan media sosial malah bisa memberikan dampak yang besar terhadap produk yang dipasarkan.
 
Impact-nya (pemanfaatan media sosial) itu akhirnya Minyak Kutus-kutus mulai dari satu orang hingga akhirnya sekarang kita punya reseller se-Indonesia itu sekitar 50 ribu reseller,” ujarnya.

Bahkan Bambang Pranoto berani mengklaim bahwa semua kota, kecamatan, di Indonesia ada reseller Minyak Kutus-kutus.

“Itu karena Facebook, dan kami tidak pernah sekalipun menggunakan media (marketing) konvensional. Kami tetap menggunakan Facebook karena hasilnya luar biasa,” pungkas Bambang. (yab/EB)

Related Articles

Back to top button