fbpx
Ekonomi & BisnisInspirasi Bangsa

Begini Kisah Sukses Tahu Baxo “Bu Pudji”, Berawal dari Gerobak Kini Punya 5 Outlet

ENERGIBANGSA.ID—Bagi kalian yang tinggal di sekitar Semarang tentu tak asing lagi dengan nama pusat oleh-oleh “Tahu Baxo Bu Pudji”.

Seperti dilansir dari Radar Semarang, Bu Pudji, pemilik usaha “Tahu Baxo Bu Pudji” telah menekuni bisnis itu sejak 25 tahu lalu.

Kini, generasi keduanya yang melanjutkan bisnis kuliner tersebut. Dan konon, ada sebanyak lima outlet tersebar di Ungaran, Kota Semarang, dan Salatiga.

Ketiga anaknya juga disebut turut andil dalam membesarkan usaha yang dirintis sejak 1996 itu.

“Dulu namanya masih Tahu Bakso Kepodang, belum punya toko. Jualannya juga masih skala kecil,” jelas Rita Winanti Sulistyowati, generasi kedua yang kini mengelola Tahu Baxo Ibu Pudji, Sabtu (13/3/2021) sepekan lalu.

Dari berjualan keliling

Berawal dari berjualan di sekolah, kantor, dan lingkungan sekitar, Ibu Pudji lantas membeli gerobak untuk berjualan di pasar.

Karena melihat minat pembeli terus meningkat, pada 2002 dia membuka stan di garasi rumahnya. Orang-orang pun terus berdatangan melarisi tahu baksonya.

Syafaatun yang kini bekerja sebagai supervisor produksi di pabrik Tahu Baxo Ibu Pudji mengaku telah mengikuti bisnis Ibu Pudji sejak masih berjualan di garasi.

Begini Kisah Sukses Tahu Baxo “Bu Pudji”, Berawal dari Gerobak Kini Punya 5 Outlet

Hingga 2007, outlet pertama di Jalan Suprapto Ungaran dibuka. Saat itu, sekitar 5 ribu buah bakso habis terjual setiap hari.

Produksi 12 ribu biji tahu

Sekarang lima outlet-nya mampu menjual hingga 12 ribu buah per hari.

“Kami punya motto 3R: Roto, Rapi, Rapet. Jadi, punya standar produksi sendiri,” katanya sembari menunjukkan pengisian bakso ke dalam balok tahu di ruang produksi.

Proses produksi dimulai dari penyortiran tahu. Tahu yang cacat disisihkan untuk dijual kembali.

Lalu pengisian bakso dengan sesuai 3R. Dilanjutkan perebusan tahu bakso selama 30 menit. Setelah itu, tahu dikeringkan di ruang pendinginan agar tidak tidak mudah basi.

Terakhir masuk ruang packing untuk dibungkus plastik kemasan sebelum dikirim ke lima outlet resmi.

Disebutkan, ada sejumlah 60 karyawan bekerja dari pukul 08.00 hingga 15.00. Paling banyak bekerja di bagian pengisian bakso karena tahap paling penting.

Perebusan, katanya, dilakukan pegawai laki-laki karena perlu tenaga ekstra untuk mengaduk tahu di dalam 10 loyang raksasa.

Sering beberkan resep

“Bu Pudji tidak merahasiakan resep. Bahkan kami juga kerap diminta mengisi pelatihan. Rezeki sudah ada yang ngatur, jadi nggak perlu takut tersaingi toko lainnya,” tegas Syafaatun.

Untuk meningkatkan skala bisnis, Ibu Pudji kerap berinovasi membuat resep produk makanan baru. Seperti nugget tahu, rolade tahu, bakso sapi, bandeng presto, otak-otak bandeng, hingga sopia atau sosis lunpia.

Produk tersebut juga dijual di outlet resmi sebagai pelengkap varian oleh-oleh. Terbukti di akhir pekan wisatawan luar kota kerap menyempatkan mampir membeli tahu bakso.

Tak hanya sekali dua kali pembeli harus menunggu kiriman produk dari pabrik karena stok di toko habis.

Bagi yang tidak sabar, mereka meninggalkan toko. Mengatasi hal itu, Ibu Pudji berinisiatif membuka restoran di outlet agar pembeli bisa santai saat menunggu stok tahu bakso dari pabrik produksi.

Dikunjungi rombongan wisata

Karena bisnis semakin besar, rombongan study tour dari sekolah, kampus hingga rombongan pengajian mampir memborong oleh-oleh.

Cita rasa “Tahu Baxo Ibu Pudji” yang khas dan spesial, membuat banyak pembeli yang penasaran bagaimana proses produksinya.

Beberapa instansi mengajukan kunjungan untuk menyaksikan produksi. Mulai dari usaha rumahan lalu berevolusi menjadi perusahaan, pihaknya membuka paket kunjungan edukasi.

“Ibu kan mengajarkan mencari berkah dari berdagang. Nah untuk meningkatkan minat usaha kami buka kunjungan ke rumah produksi,” papar Rita.

Liburan sekolah, liburah akhir tahun, dan bulan puasa hingga Hari Raya Idul Fitri menjadi momen teramai pembeli.

Daya tarik utama “Tahu Baxo Ibu Pudji” adalah cita rasa khas dan pelopor pertama tahu bakso di Kabupaten Semarang.

“Baru-baru ini kami juga buka di Rest Area Tol Salatiga,” imbuh Rita.

Kelima outlet resmi seragam dengan cat hijau pekat. Berbagai varian jajanan berjajar rapi di rak oleh-oleh.

Restoran di ruang sebelah pun tampak tak pernah sepi. Orang-orang bergantian datang dan pergi mecicipi tahu bakso aneka rasa khas Ibu Pudji.

Karyawan penjaga kasir juga berpakaian hijau rapi dengan jilbab untuk karyawan perempuan dan peci untuk karyawan laki-laki.

Inspirator bisnis tahu

Saat ini, terdapat sekitar 50 toko tahu bakso di Ungaran. Namun Tahu Baxo Ibu Pudji tak pernah merasa tersaingi oleh toko lain. Baginya, semua orang memiliki bagian rezeki masing-masing.

Dia justru bangga menjadi pelopor dan inspirator bagi pengusaha lainnya. Produksinya sekitar 10 ribu buah tahu bakso pun jarang tersisa di toko.

“Kami tak pernah kepikiran kalau usaha tahu bakso kami bisa menjadi sebesar ini, dan jadi oleh-oleh khas daerah,” katanya. (*)

Related Articles

Back to top button