fbpx
Kabar Daerah

Begini Kisah Mendiang Aiptu Janadi, Reserse Legendaris Kota Semarang yang Kini Telah Tiada

SEMARANG, energibangsa.id—Keluarga besar Polrestabes Semarang berduka. Salah satu anggotanya, Aiptu Janadi telah berpulang ke Rahmatullah.

Anggota Resmob SatReskrim Polrestabes Semarang itu menghembuskan nafas pasca menjalani perawatan di RS Telogorejo, Kota Semarang, Kamis, (28/1/2021) kemarin petang.

Menurut Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana seperti dilansir dari Radar Semarang, Aiptu Janadi meninggal di rumah sakit akibat penyakit jantung.

Jago menangkap penjahat

Sosok Aiptu Janadi sebagaimana ditulis JPNN.com, ditulis dalam karirnya dikenal sebagai anggota reserse yang jago menangkap penjahat.

Anggota Resmob yang selalu tampil ‘sangar’ itu juga dikenal sangat pemberani.

“Anggota Resmob itu tidak boleh mengenal takut, harus punya kemauan keras mengungkap sebuah kasus,” kata Janadi pada suatu kesempatan.

Aiptu Janadi ditempatkan di Unit Resmob sejak tahun 1992 ini mengisahkan, timnya pernah begadang di pekuburan angker Dukuhseti, Tayu, Pati, semalam suntuk.

”Kebetulan, areal itu tempat yang paling memungkinkan untuk mengintai pelaku yang telah terendus keberadaannya,” kata Janadi saat itu.

Malam itu, kenang Janadi, hujan turun dengan derasnya. Beruntung, di kompleks permakaman terdapat bangunan menyerupai pesanggrahan di makam seorang yang dituakan.

Tidak mau kehujanan semalaman, mereka memanfaatkan bangunan tersebut untuk berteduh. Selain gelap gulita dan guyuran hujan, kompleks permakaman tersebut juga dikenal angker hingga jarang ada warga masyarakat yang berani mendekat.

Berdasarkan informasi yang diterima Janadi dan tim, pelaku kejahatan yang sedang diburu berada tidak jauh dari permakaman tersebut.

Setelah menunggu semalaman, akhirnya buronan yang mereka incar menampakkan diri menjelang fajar.

Tidak mau buang kesempatan, empat anggota Resmob langsung menyergap buruan kasus curanmor tersebut.

Dalam menjalankan tugas, kata Janadi, anggota Resmob tidak boleh mengenal takut.

Ia menuturkan, nyanggong penjahat itu terkadang juga bergantung nasib.

Kalau polisi yang beruntung, maka penjahatnya akan bisa ditangkap. Namun bila penjahat yang beruntung, maka polisi akan pulang dengan tangan kosong meski sudah nyanggong selama berhari-hari.

“Jadi, anggota Resmob itu yang penting kemauan keras untuk dapat mengungkap sebuah kasus,” ujarnya. (sumber: jppn)

Related Articles

Back to top button