fbpx
Wisata & Kuliner

Begini ‘Jurus’ Sandiaga untuk Kembangkan Sektor Pariwisata

SEMARANG, energibangsa.idHari ini, Rabu (23/12) para calon menteri baru hasil reshuffle akan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, Selasa (22/12) kemarin presiden telah mengumumkan daftar menteri barunya.

Sandiaga yang kabarnya nyaris 6 kali ditawari kursi menteri namun tak pernah mau. Kini, resmi menduduki kursi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

Berikut strategi Sandi untuk memajukan industri pariwisata dan ekonomi kreatif setelah dihantam pandemi covid-19.

1.Inovasi pariwisata

“Strategi inovasi dengan menggunakan teknologi, menggunakan pendekatan big data, pendekatan kekinian,” ucap Sandiaga dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (22/12).

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, strategi inovasi perlu dilakukan untuk memetakan potensi bisnis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan inovasi, pelaku usaha bukan cuma bisa bertahan, tapi juga menangkap peluang bisnis.

2.Kolaborasi

Politisi Partai Gerindra itu mengaku akan bekerja sama dengan berbagai pihak. Dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, dalam memajukan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kolaborasi dengan semua pihak, universitas, masyarakat, dunia usaha, teman-teman Kadin, Hipmi, dan seluruh asosiasi yang tergabung dalam sektor ini,” jelas Sandi.

Besar kemungkinan Sandiaga per hari ini akan menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia tahu bahwa industri pariwisata dan ekonomi kreatif telah terpukul beberapa waktu terakhir akibat pandemi Covid-19.

Wabah itu membuat banyak negara membatasi pergerakan di ruang publik dan memberlakukan kebijakan lockdown. Beberapa tempat pariwisata pun ditutup sementara demi mencegah penularan Covid-19.

Menurut  Badan Pusat Statistik (BPS) seperti dikutip dari CNN, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia cuma 158,19 ribu kunjungan pada Oktober 2020. Angkanya turun 88,25 persen dibandingkan dengan Oktober 2019.

Secara kumulatif Januari-Oktober 2020, jumlah kunjungan wisman sebanyak 3,72 juta kunjungan. Angka itu berkurang 72,35 persen dibandingkan kunjungan wisman pada periode yang sama tahun berjumlah 13,45 juta kunjungan. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button