fbpx
Pendidikan

Begini Isi Pasal 417, RUU KUHP Tentang Seks yang Kontroversi

ENERGIBANGSA.ID – Walaupun Presiden Jokowi telah meminta DPR untuk menunda pengesahan RUU KUHP, tetap saja demonstrasi terutama dari kalangan mahasiswa dari berbagai kota masih melakukan unjuk rasa.

Demonstrasi dan unjuk rasa ini terjadi akibat keberadaan pasal yang dinilai kontroversial dalam RUU tersebut. Salah satunya pasal 417 yang menyoal seks di luar pernikahan.

Begini Isi Pasal 417, RUU KUHP Tentang Seks yang Kontroversi
salah satu bentuk ‘gagal faham’ mahasiswa atas pasal 417

Berikut adalah bunyi pasal 417 yang kontroversial tersebut.

Perzinaan

RKUHP meluaskan makna zina dalam Pasal 417. Bunyinya:

Ayat 1
Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda Kategori II (Rp10 juta).

Ayat 2
Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan penuntutan kecuali atas pengaduan suami, istri, orang tua, atau anaknya.

Ayat 3
Terhadap pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Pasal 26, dan Pasal 30.

Ayat 4
Pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan di sidang pengadilan belum dimulai.

Pasal 417 ini disetujui Panja Revisi KUHP secara keseluruhan dengan penambahan penjelasan yang diambil dari rumusan awal, pada 15 September 2019. Rumusan penjelasan kalimat “bukan suami atau istrinya”, meliputi:

  • Laki-laki yang berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan yang bukan istrinya.
  • Perempuan yang berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan laki-laki yang bukan suaminya.
  • Laki-laki yang tidak dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan, padahal diketahui bahwa perempuan tersebut berada dalam ikatan perkawinan.
  • Perempuan yang tidak dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan laki-laki, padahal diketahui bahwa laki-laki tersebut berada dalam ikatan perkawinan.
  • Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan melakukan persetubuhan.
Begini Isi Pasal 417, RUU KUHP Tentang Seks yang Kontroversi
faktanya, pasal 417 melindungi perempuan dari tindakan yang merugikan

Pasal perzinaan juga mengatur pidana bagi pelaku ‘kumpul kebo’ atau hidup bersama di luar pernikahan. Aturan pidana ‘kumpul kebo’ termuat dalam Pasal 419. Berikut bunyinya:

Ayat 1
Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Kategori II (Rp10 juta).

Ayat 2
Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tidak dilakukan penuntutan kecuali atas pengaduan suami, istri, orang tua atau anaknya.

Ayat 3
Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat juga diajukan oleh kepala desa atau dengan sebutan lainnya, sepanjang tidak terdapat keberatan dari suami, istri, orang tua, atau anaknya.

Ayat 4
Terhadap pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 tidak berlaku ketentuan Pasal 25, Pasal 26, dan Pasal 30.

Ayat 5
Pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan di sidang pengadilan belum dimulai.

Begini Isi Pasal 417, RUU KUHP Tentang Seks yang Kontroversi

Jika mau dibaca dengan logika, perasaan, dan hormat pada pakem budaya ketimuran yang selama ini dijunjung tinggi orang Indonesia, tidak ada hal yang kontroversi di pasal tersebut, yang ada justru melindungi anak-anak muda dan masyarakat secara umum agar tidak melakukan perzinahan.

Kira-kira apakah anda rela jika adik perempuanmu, kakak perempuanmu terlibat hubungan mesum dan melakukan seks sebelum menikah? Silahkan jawab di lubuk hati terdalam.

Related Articles

Back to top button