Kabar Indonesia

Begini Isi Pasal 217, 218, 219, dan 220, Soal Larangan Menghina Presiden

ENERGIBANGSA.ID – Sebagaimana diketahui, banyak pro-kontra terakit pasal 217 KUHP, dimana isunya dengan pasal tersebut Presiden tidak boleh dikritik.

Berikut daftar sejumlah Pasal dalam draf RKUHP terkini per 15 September 2019, yang dianggap kontroversi:

Pasal Penghinaan Presiden

Aturan penghinaan terhadap Presiden termuat dalam Bab II dengan judul Tindak Pidana Terhadap Martabat Presiden dan Wakil Presiden. Poin penghinaan Presiden dan Wakil Presiden diatur dalam empat pasal, yakni 217, 218, 219, dan 220.

Pasal 218
Ayat 1
Setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Kategori IV. Buku kesatu RKUHP menjelaskan denda kategori IV senilai Rp200 juta.

Ayat 2
Tidak merupakan penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika perbuatan dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri.

Pasal 219
Setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat terhadap Presiden atau Wakil Presiden dengan maksud agar isinya diketahui atau lebih diketahui umum dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Kategori IV.

Pasal 220
Ayat 1
Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218 dan Pasal 219 hanya dapat dituntut berdasarkan aduan.

Ayat 2
Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara tertulis oleh Presiden atau Wakil Presiden.

Demikianlah bunyi isi RUU pasal 217 KUHP tentang pasal penghinaan Presiden. Namun faktanya, dalam pasal tersebut Presiden tetap boleh dikritik, yang tidak boleh adalah mengina.

Jadi sobat energi, tolong dipahami ya, soal RUU pasal 217 KUHP ini. Jangankan menghina presiden, menghina tetangga saja kita tidak boleh.

Related Articles

Back to top button