fbpx
Kesehatan

Begini Cara Mendapat Vaksin Covid-19 Gratis!

ENERGIBANGSA.IDSobat energi, mulai Januari 2021 bulan ini, pemerintah berencana melakukan vaksinasi Covid-19 hingga April 2021 tahap perdana. Vaksin tersebut gratis bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Nah, sekarang kita bisa mengecek, apakah sudah terdaftar sebagai penerima vaksin atau tidak.

Nah, vaksin pertama ini akan diberikan pada seluruh tenaga kesehatan (nakes). Mereka (baca: nakes) dapat mulai melakukan pengecekan melalui aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh di Google PlayStore bagi pengguna Android atau Appstore bagi pengguna iOS.

Cara nge-cek

Pengecekan dapat dilakukan melalui laman website https://pedulilindungi.id. Pengecekan dilakukan dengan cara memasukkan NIK.

Setelah memasukkan NIK sesuai dengan KTP, nantinya akan timbul informasi apakah nama telah atau belum terdaftar sebagai calon penerima vaksin kelompok pertama.

Dalam laman website, disebutkan calon penerima vaksin Covid-19 juga akan mendapatkan SMS lagi dari PEDULI COVID untuk diarahkan melakukan registrasi ulang secara elektronik. Registrasi ulang ini dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi ataupun laman website.

Lalu, bagi tenaga kesehatan atau tenaga penunjang yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum mendapatkan SMS atau namanya belum terdaftar saat melakukan cek NIK pada menu di atas, dapat mengirim e-mail ke vaksin@pedulilindungi.id.

Keunggulan Aplikasi PeduliLindungi

Selain memberikan informasi terkait terdaftar atau tidaknya, aplikasi PeduliLindungi juga dapat mengidentifikasi orang-orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan ODP (Orang Dalam Pengawasan).

Serta dapat membantu mengingat riwayat perjalanan dan dengan siapa melakukan kontak secara langsung.

Aplikasi PeduliLindungi sendiri telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kominfo No 171 Tahun 2020 sebagai dasar penyelenggaraan tracingtracking, dan fencing melalui infrastruktur, sistem.

Dan, aplikasi telekomunikasi untuk mendukung Surveilans Kesehatan melengkapi Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya, yaitu Keputusan Menteri Kominfo No 159 Tahun 2020. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button