fbpx
Kesehatan

Begini Cara Kurangi Efek Radiasi Layar Gadget Saat Belajar di Rumah

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Selama masa pandemi COVID-19, kebanyakan kegiatan dilakukan secara online, work from home (WFH) atau bekerja dari rumah hingga pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pembelajaran jarak jauh bagi baik siswa dan guru, maupun mahasiswa dan dosen yang menggunakan media digital seperti smartphone, tablet, atau laptop, membuat anak kini lebih sering terpapar layar gawai (gadget).

Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB Lilis Sucahyo menuturkan, paparan sinar radiasi layar atau monitor dari perangkat elektronik selama melakukan aktivitas dapat menimbulkan efek samping.

Di balik kilau warna dan tampilan yang menarik pada berbagai perangkat seperti layar Light Emitting Diode (LED) yang pengaplikasiannya pada berbagai perangkat seperti lampu, televisi, komputer, laptop, tablet, dan smartphone, mempunyai dampak negatif berupa pancaran sinar biru (blue light radiation).

“Beberapa pengguna laptop atau notebook menyebutkan bahwa mereka mengalami rasa pegal pada mata akibat menatap layar dalam waktu lama, mata lelah, mata kering serta gangguan refraksi,” paparnya seperti dilansir dari laman IPB.

Mata manusia memiliki kemampuan yang baik dalam menghalau sinar UV (ultraviolet) tetapi tidak untuk sinar biru.

“Menatap layar LED dalam jangka waktu lama tanpa dilakukan upaya meminimalisir dampak radiasi sangat tidak dianjurkan,” ujarnya.

Lalu bagaimana cara agar mengurangi efek radiasi pada saat beraktivitas menggunakan gawai? Berikut rangkuman tips nya.

1. Lapisan pelindung

Memilih jenis lapisan pelindung yang tidak hanya dapat melindungi dari kotoran dan goresan tetapi juga dari pancaran sinar radiasi, terutama blue light dan ultraviolet.

Jika kamu memakai kacamata, usahakan pilihlah kacamata dengan lensa yang dapat menghalau jenis cahaya blue light maupun UV lens.

2. Atur cahaya tak lebih terang dari ruangan

Atur kecerahan layar agar tidak melebihi kondisi pencahayaan lingkungan tempat belajar maupun bekerja.

Melihat layar yang lebih terang dari cahaya ruangan akan menyebabkan mata menjadi cepat lelah. Manfaatkan juga setelan dark mode pada ponsel untuk mengurangi kecerahan dan radiasi layar.

3. Atur jarak mata dengan layar

Atur jarak penglihatan antara mata dengan layar, sesuai dengan yang disarankan yakni sekitar 30-40 cm.

Usahakan posisi gawai lebih rendah dari mata, yaitu dengan membentuk sudut sekitar 15 derajat.

Hindari menatap layar dalam kondisi berbaring karena dapat menyebabkan cedera punggung dan gangguan tulang belakang.

4. Beri jeda

Menurut Lilis, melakukan pekerjaan dengan menatap layar dalam jarak dekat terus menerus harus dihindari. Setiap 20-30 menit menatap layar diselingi dengan aktivitas melihat jauh atau mengalihkan pandangan ke arah lain seperti ke pojok ruangan atau ke luar jendela.

Pemijatan di area sekitar mata juga perlu dilakukan untuk melancarkan aliran darah.

Tujuannya untuk mengistirahatkan dan mengurangi ketegangan otot mata. Lakukan juga senam ringan untuk peregangan otot bahu dan leher untuk mencegah terjadinya “computer vision syndrome”.

5. Konsumsi buah dan sayur

Ketika bekerja dengan layar, secara tidak sadar akan terjadi penurunan intensitas berkedip. Kondisi inilah yang menyebabkan mata kering.

Berkedip secara sadar dan teratur dapat membuat bola mata basah dengan baik atau dapat menggunakan cairan tetes mata.

Membatasi pemakaian gawai pada anak-anak juga disarankan selama masa pembelajaran online ini. Memanfaatkan gawai hanya pada saat pembelajaran. Selain itu juga memakan buah dan sayur untuk menjaga kesehatan mata. (Annisaa/EB/kompas).

Related Articles

Back to top button