fbpx
Sosial & BudayaTokoh Kita

Begini Biografi Prie GS; Sosok Wartawan Sekaligus Budayawan yang Kini Telah Berpulang

ENERGIBANGSA.ID—Pagi ini, Jumat (12/2/2021) pukul 06.30 wib, sosok budayawan asal Kendal Jawa Tengah dengan nama Supriyanto GS (Prie GS) telah berpulang.

Kabarnya, Prie GS meninggal dunia akibat serangan jantung. Kabar duka itu tak hanya dirasakan oleh keluarga. Namun juga bagi masyarakat Jawa Tengah.

Sosok Prie GS

Budayawan kelahiran Kendal itu mengawali kariernya sebagai wartawan di Harian Umum Suara Merdeka Semarang, Jawa Tengah.

Selain sebagai budayawan, Prie GS juga dikenal sebagai kartunis, penyair, penulis, dan public speaker.

Karir Prie GS, dari Bakat Seni

Prie GS lahir dan besar di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ia menekuni dunia industri kartun sejak tahun 1970-an.

Prie muda awalnya mencoba mengirimkan karya-karya kartun ke berbagai media massa.

Namun, di kemudian hari karena merasa belum puas dengan karyanya, ia memberanikan diri untuk belajar khusus kepada kartunis senior dari Harian Umum Kompas, G.M. Sudarta.

Setelah menyelesaikan masa SMA, Prie GS melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Jurusan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Semarang (baca: Universitas Negeri Semarang/ UNNES).

Semenjak menjadi mahasiswa, kemampuan Prie semakin terasah. Ia juga memberanikan diri untuk mengawali karier sebagai seorang wartawan di Harian Umum Suara Merdeka.

Bakat seni yang kental dari seorang Prie, membuat dia lebih banyak memegang rubrik yang memuat tema-tema kesenian.

Selain menangani rubrik, Prie juga secara rutin menggambar kartun setiap hari Minggu di surat kabar itu.

Berkat keuletannya, Suara Merdeka Group akhirnya memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin majalah wanita, Cempaka.

Pengalaman sebagai Kartunis

Prie GS nampak melihat musik bukanlah sebagai jalan hidupnya. Hingga akhirnya ia lebih memilih menjadi seorang kartunis sampai saat ini.

Salah satu pencapaian Prie GS adalah ia pernah menggelar pameran kartun di Tokyo, Jepang atas undangan The Japan Foundation.

Menurut Prie, pengalaman tersebut sangat berkesan. Pasalnya, banyak ilmu yang didapat terutama ketika berkesempatan untuk berdiskusi satu meja dengan para komikus dan animator tersohor di Negeri Sakura itu.

Dalam Dunia Pentas

Prie juga pernah mencoba kemampuannya sebagai aktor dengan bergabung di beberapa kelompok teater.

Ia pertama kali bergabung dengan Teater ‘Dhome’ Semarang. Saat itu ia mengerjakan sebuah project repertoar Umang-umang atau Orkes Madun karya Arifin C. Noer. Dan Prie memerankan tokoh sebagai seniman.

Prie GS tak sendiri. Ia dibantu oleh rekan lain yang ikut mendukung seperti: Jodhi Yudono, Timur Sinar Suprabana, Eko Tunas, dan Joshua Igho.

Di Teater ‘Lingkar’, Prie lebih banyak menulis skenario drama. Adapun di Teater ‘Aktor Studio’, Prie bersama Joshua Igho menjadi ilustrator musik untuk repertoar Jembatan Mberok.

Dalam Dunia Public Speaker

Menjalani hidup sebagai wartawan, penulis kolom, dan kartunis membuat wawasan Pri GS semakin luas.

Bertambahnya jam terbang di dunia kesenian dan jurnalistik, membawanya terjun ke ranah lain: public speaker.

Di ‘alam’ ini, Prie sering diundang sebagai pembicara, motivator, dan pengasuh acara-acara bertemakan budaya.

Kemampuannya mengolah rasa adalah modal yang menjadikannya terus disukai oleh banyak lembaga. Banyak lembaga yang memintanya untuk memberikan motivasi yang memberikan semangat dan kesadaran untuk mencapai kesuksesan.

Hingga akhir hayatnya, ratusan karya telah diciptakan Prie GS. Baik dalam bentuk puisi, cerpen, kolom, kartun, maupun buku-buku humor.

Ia masih saja menulis dan menggambar setiap minggunya untuk dikirimkan ke media masa agar diterbitkan.

Sejak saat itu, hingga di masa yang akan datang, Prie GS tetaplah dikenang sebagai sosok budayawan, seniman, dan bahkan seorang motivator.

Banyak hal bisa dipelajari dari sosok Prie GS ini. Selamat jalan ‘mas Prie’, selamat jalan ‘Pak Dhe’. Semoga kisahmu terus menginspirasi. (dd/EB)

*Artikel ini diolah dari berbagai sumber

Related Articles

Back to top button