fbpx
Kabar DaerahKabar Indonesia

BBPLK Semarang Jalin Kerjasama Dengan Dunia Usaha: Menjembatani Keterserapan Lulusan

SEMARANG, energibangsa.id – Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang menjalin kerjasama pendampingan lulusan pelatihan dengan pengusaha dan pelaku usaha.

Diharapkan adanya pendampingan tersebut para lulusan pelatihan bisa langsung terserap ke dunia kerja nantinya.

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala BBPLK Semarang, Edy Susanto, dengan 18 pengusaha dengan disaksikan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Budi Hartawan, di Kantor BBPLK Semarang, Selasa (26/1/2021).

Dirjen Binalattas Kemnaker,  Budi Hartawan mengatakan, kompetensi menjadi kata kunci dalam dunia kerja saat ini. Pasalnya, permasalahan ketidakterserapan tenaga kerja yang terjadi selama ini karena faktor kompetensi.

“Selain untuk meningkatkan daya saing, kompetensi juga untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” katanya.

Karenanya, BBPLK perlu memberikan pelatihan dengan kurikulum yang sudah link dan match dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha. Satu di antaranya melalui program pendampingan peserta pelatihan oleh para pelaku usaha.

“Upaya untuk menjembatani masalah ketenagakerjaan di antaranya menjembatani dengan dunia kerja. Harapannya, setelah mereka selesai pelatihan dan pendampingan, bisa langsung terserap ke dunia kerja,” harapnya.

Sementara dalam pelatihan yang diikuti di BBPLK, para peserta nantinya akan mendapatkan sertifikasi profesi sebagai bekal masuk dunia kerja. Dengan begitu, skill yang dimiliki para lulusan pelatihan sudah diakui kompetensinya.

“Nantinya, mereka menjadi lulusan yang kompeten dan sukses sehingga bisa terserap langsung ke dunia usaha,” paparnya.

Melansir dari Tribunnews, Kepala BBPLK Semarang, Edy Susanto menuturkan, MoU dengan pengusaha dimaksudkan untuk mengajak kerjasama memberikan pendampingan pada lulusan BBPLK Semarang. 18 pengusaha yang bekerjasama nantinya akan melakukan pendampingan pada 186 lulusan pelatihan BBPLK.

Dalam prosesnya, para peserta mengikuti pelatihan terlebih dahulu di BBPLK yang selanjutnya mengikuti pendampingan atau on the job training di tempat kerja.

“Di BBPLK ini, kami tak hanya mengajarkan skill dan knowledge saja tapi juga attitude. Sehingga kompetensi lulusan bisa diandalkan,” ucapnya.

Setiap tahunnya, BBPLK Semarang menerima sekitar 12.000 peserta pelatihan. Dari jumlah itu, 90 persen di antaranya terserap ke dunia kerja pada 2019 lalu. Keterserapan lulusan semakin menurun menjadi 60 persen pada 2020.

Oleh karenanya, diperlukan kolaborasi antara BBPLK dengan para pengusaha yang menjalankan dunia usaha sehingga kurikulum yang diajarkan sudah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button