Essai

Batik dan Permainan Energi

oleh : Setyo Hajar Dewantoro *

Busana adalah sarana permainan energi. Batik sangat mendukung kebutuhan ini, maka saat mengajar atau dalam acara penting, saya selalu memakai batik. Pemilihan warna dan corak batik menentukan vibrasi energi yang terpancar. Jenis batik tulis umumnya punya energi yang lebih kuat. Menggunakan batik yang tepat membuat kita jadi mandala berjalan.

Kain yang saya pakai saat memberi orasi Hening Cipta Merah Putih bernama Sawunggaling. Corak batik ini pertama kali dibuat oleh Go Tik Swan (Panembahan Harjonegoro) atas permintaan Bung Karno yang merindukan Batik Indonesia, bukan sekadar batik khas daerah tertentu.

Ia kemudian menemukan ide saat hening di Ubud, terinspirasi oleh ayam sabung yang bertarung dengah gagah perwira hingga darah menetes ke Ibu Pertiwi – dan darah yang menetes itu adalah satu bentuk pengorbanan untuk menopang kehidupan banyak orang. Corak Sawunggaling selanjutnya dibuat oleh Iwan Tirta.

Latar pada kain yang saya pakai adalah Parang, Susunan motif yang berbentuk seperti huruf S, saling terkait satu dengan lain nya, saling menjalin dan melambangkan sebuah kesinambungan.
Bentuk yang menyerupai huruf S tersebut di adaptasi dari bentuk ombak di lautan. Menggambarkan semangat yang tidak pernah padam.

Sementara baju kemeja yang saya kenakan, buatan Batik Keris, corak batiknya disebut Gurdo Kinasih. Gurdo adalah Garuda, simbol keperwiraan.

Garuda memang binatang mistis yang menjadi salah satu penjaga Nusantara, dan memang penghuni dimensi yang tinggi. Gurdo Kinasih menegaskan keperwiraan yang berpadu dengan kewelasasihan. Ini tentang spirit pengayoman yang membawa bagi semua orang.

Terima kasih untuk Ibu Picky yang telah menjadi penata busana saya. Pengetahuannya yang mendalam akan seni dan filosofi batik membuat saya banyak belajar tentang salah satu mahakarya Nusantara ini.

Selamat Hari Batik.

*Setyo Hajar Dewantoro, penulis buku Meditasi Nusantara Kuno, Suwung: Ajaran Rahasiswa Leluhur Jawa, Sastrajendra: Ilmu Kesempurnaan Jiwa, Guru Meditasi.

Related Articles

Back to top button