fbpx
Kabar Daerah

Bapenda Kota Semarang Tinjau Penggunaan Smart POS System di Berbagai Restoran

SEMARANG, energibangsa.id – Selasa lalu (29/12/2020) Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda melakukan sejumlah pengawasan sekaligus sosialisasi terkait penggunaan smart POS system atau alat perekaman transaksi pada sejumlah restoran di Kota Semarang.

Kabid Pajak II Bapenda Kota Semarang Elly Asmara mengatakan monitoring ini akan dilakukan selama dua hari kedepan. Dimana restoran Citra Bundi di Jalan Ahmad Yani serta restoran Sederhana di Jalan Pandanaran menjadi tempat yang pertama mendapat kunjungan dari pihak Bapenda.

Pada hasil monitoring yang dilakukan selama dua hari, ditemukan rata-rata restoran yang dikunjungi oleh Bapenda jarang menggunakan alat perekaman transaksi. Kenyataan mengejutkan saat mengetahui bahwa rata-rata satu restoran hanya menggunakan alat tersebut 5 sampai 10 transaksi per hari.

“Sekarang kami masih beri imbauan. Kalau tiga kali ketahuan oleh petugas bahwa alat tersebut tidak digunakan, kami beri surat peringatan. Kemudian, kami tingkatkan sanksi yang lebih berat,” tegas Elly.

Diketahui alasan dari para pengelola restoran jarang menggunakan alat tersebut dikarenakan keterbatasan sinyal atau koneksi yang buruk maupun kesulitan dalam hal operasional.

“Sebenarnya pengelola sudah ditraining oleh vendor. Kami akan evaluasi apakah benar alat ini sulit dioperasikan atau perlu penambahan unit atau perlu alat lebih besar,” tuturnya.

Pihaknya menduga bahwa mayoritas restoran merasa engga menggunakan alat tersebut karena nantinya setiap transaksi akan terhubung melalui alat tersebut menuju dashboard Bapenda Kota Semarang dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tujuan pemasangan alat perekam transaksi tersebut ialah suatu bentuk program dari Bapenda yang bekerjasama dengan Bank Jateng serta dimonitori langsung oleh Korsubgah Korwil V KPK.

“Sebenarnya pajak 10 persen itu dari konsumen, restoran hanya titipan, bukan beban,” tambahnya.

Nantinya pihaknya akan lebih rutin melakukan monitoring serta pengawasan yang ketat terkait penggunaan alat tersebut. Saat ini, Bapenda juga membuat program Makan Kenyang Dapat Hadiah.

Program tersebut akan berlaku pada 33 restoran yang sudah terpasang alat perekam transaksi. Ia mengimbau konsumen yang makan di 33 restoran tersebut agar meminta struk yang berlabel Pemkot dan KPK. Program itu merupakan upaya meningkatkan kepedulian konsumen terhadap pembayaran pajak restoran.

“Kami imbau masyarakat kalau makan minta struk dari alat ini. Bisa digunakan untuk undian. Ada beberapa hadiah yang kami siapkan. Ini upaya kami meningkatkan kepedulian konsumen terhadap tempat dimana mereka makan. Konsumen mengingatkan mereka untuk taat pajak,” jelasnya. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button