fbpx
Kabar Indonesia

Banpres Produktif untuk UMKM, Jokowi: Ini Hibah Bukan Pinjaman…

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Program Bantuan Presiden (Banpres) poduktif berupa hibah  modal kerja dari pemerintah untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) resmi diluncurkan Presiden  Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (24/8).

Program bantuan ini merupakan bagian dari skema insentif pemerintah yang akan menyasar 12 juta pelaku UMKM di tengah pandemi COVID-19, dengan nilai nominal mencapai Rp 2,4 juta per orang.

Hadirnya program itu pun telah menambah deretan stimulus yang diberikan pemerintah kepada pelaku UMKM.

Sebelumnya,  sebagaimana pantauan tim energibangsa.id sudah ada bantuan likuiditas, restrukturisasi kredit UMKM, dan pemberian subsidi bunga bagi UMKM

“Hari ini kita tambah lagi untuk para pelaku usaha mikro kecil yaitu yang namanya banpres produktif, berupa tambahan modal kerja bagi UMKM,”ujar Jokowi dalam sambutan penyerahan Banpres produktif di Istana Negara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menjelaskan bahwa bantuan pemerintah tersebut bukanlah pinjaman ataupun kredit melainkan sebuah hibah.

jokowi

Penyaluran Banpres Produktif sendiri akan dilakukan secara bertahap dengan total alokasi anggaran sebesar Rp. 22 Triliun.

Hari ini, sebanyak 1 juta pelaku UMKM terlebih dulu telah menerima bantuan tersebut sebesar Rp. 2,4 Juta. Selanjutnya, pada akhir Agustus penerima bantuan ditargetkan sebanyak 4,5 juta orang dan akam bertambah menjadi 9,1 juta orang di akhir September.

“Dan setelah itu 12 juta pelaku UMKM. Ini nanti dananya akan langsung ditransfer ke bapak ibu sekalian tidak melalui pihak lain tapi langsung ke rekening bapak ibu,” terang Jokowi seperti dilansir dari Republika.com

Ia pun sangat berharap Banpres produktif bisa digunakan sebagai tambahan modal kerja bagi pelaku UMKM. “Gerakan ini digunakan betul-betul untuk tambahan modal untuk menambah barang dagangan kita,” katanya.

Sementara itu Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, menjelaskan, Banpres produktif untuk pelaku UMKM ini memanfaatkan data yang sudah terhimpun oleh Dinas Koperasi dan UKM provinsi seluruh Indonesia, kementerian/lembaga, koperasi, OJK, serta data  dari bank-bank pemerintah dan lembaga pembiayaan.

Sebelum Banpres Produktif hadir,  sudah ada bantuan likuiditas restrukturisasi kredit UMKM dengan pagu anggaran Rp 78 triliun.

Realisasinya, total anggaran Rp 30 triliun sudah disalurkan kepada bank-bank pemerintah dan telah merestrukturisasi kredit atas 620 pelaku UMKM. Volume kredit yang diresktrukturisasi sebesar Rp 35 triliun.

Selain itu ada juga kebijakan subsidi bunga bagi UMKM dengan pagu anggaran Rp 35 triliun. Namun khusus untuk program ini realisasinya masih kecil yakni Rp 1,3 triliun.

Hanya saja, angka realisasi tersebut telah sanggup membantu 13 juta UMKM dengan outstanding pinjaman Rp 204 triliun.

Sisa pagu itulah yang akhirnya dialihkan ke program produktif lainnya, seperti Banpres Produktif ini. 

Mekanisme penyaluran program ini nantinya akan dilakukan secara langsung ke masing-masing rekening pelaku UMKM. [Gilban/EB/ Republika]

Related Articles

Back to top button