fkub jateng walubi
Kabar IndonesiaReligius

Bangun Kerukunan, Walubi Jalin Silaturahmi dan Dialog Lintas Agama

0

ENERGIBANGSA.ID (Semarang Raya) – Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah baru-baru ini menjadi tuan rumah silaturahmi dan dialog dengan tema “Memperkokoh Kerukunan Umat Beragama”, Selasa (31/06) siang.

Dalam pertemuan itu, hadir tokoh senior Budha Romo Warto, Pandito Eko Pujianto (Hindu), Pendeta Joshua Wardaya dari Gereja Isa Al-Masih Kedungmundu dan Maulana Syaifullah Ahmad Faruq (JAI).

Suasana dialog FKUB Jateng dengan tokoh Walubi
di kantor DPD WALUBI Jateng, Jalan Plampitan 56 Semarang, Selasa (31/6)

Selain tokoh agama, Anton Baskoro dari lembaga kemanusiaan Humanity First Indonesia (HFI), Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), perwakilan Gusdurian, Perkumpulan Lintas Agama (Pelita), Perguruan Trijaya, Majelis Buddha Dharma Indonesia serta Perguruan Sapto Dharmo juga turut hadir dalam silaturahmi dan dialog yang diselenggarakan di Gedung Walubi Jateng, Jalan Plampitan 56 Semarang.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Taslim Syahlan yang hadir bersama pengurus lainnya menyampaikan terima kasih serta memberi apresiasi kepada Walubi Jawa Tengah.

“Ini merupakan wujud nyata ruang komunikasi antar umat beragama. Tradisi ini harus terus dipupuk di lingkungan FKUB, untuk membentuk kedekatan, lintas agama dan keyakinan. Tujuanya satu, yakni tercapai kerukunan, kedamaian antar umat” paparnya.

Pada kesempatan itu, Taslim juga menyebutkan bahwa pertemuan-pertemuan yang sifatnya informal patut terus dilakukan. Ia juga menyampaikan terdapat empat hal untuk memperkokoh kerukunan umat beragama (1) kedewasaan beragama, (2) solidaritas, (3) sinergitas dan (4) integritas.

Sementara itu, Ketua Harian DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Sugito Harsono menyebut bahwa pihaknya mendukung kegiatan silaturahmi, bertukar pikiran, serta saling memberi masukan. Tanto menyatakan Walubi harus mengejar ketinggalan.

Lebih lanjut, Tanto sangat juga mengharap forum tersebut mampu saling bertukar wawasan, membangun komunikasi untuk saling terbuka, fair, demi kemajuan bangsa.

“Kita harus saling menjaga kerukunan, saling menghormati, menghargai, demi terciptanya persahabatan antar umat. Kita patut memegang slogan: NKRI, harga mati!”, imbuhnya. (dd/eb)

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Soal Dana Insentif Tenaga Medis, Edy Wuryanto: Pak Menteri Jangan Takut, Kalau Sudah Oke Langsung Cairkan!

Previous article

Sobat Missqueen Minggir Saja, Sepeda Ferrari Ini Harganya Rp 268,5 juta

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.